Jakarta, Petrominer – Beberapa hari lalu, Redaksi Petrominer dikejutkan oleh kabar duka. Salah seorang fotografer dan sekaligus reporter Petrominer meninggal dunia Rabu pagi (12/9) di Purbalingga, Jawa Tengah.

Memang kabar duka itu datang sedikit terlambat. Redaksi baru mendapatkan info tersebut sehari setelah Sony alias Acong meninggal dunia. Tak seorangpun yang menduga pria kelahiran 31 Agustus 1981 ini akan pergi secepat itu.

Kepergian Sony untuk selama-lamanya tersebut memang sangat mengagetkan. Walaupun sejak Juli 2018, Sony diketahui sudah mulai banyak istrirahat di kamar kosannya karena menderita sakit asam lambung. Tepat tanggal 17 Agustus 2018, dia memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dan kembali ke kampung halamannya di Desa Karangpule, Kecamatan Padamara, Purbalingga, Jawa Tengah.

Sejak itu, dia dirawat oleh ayah dan kedua kakaknya di rumah. Beragam pengobatan pun dijalani, Hingga akhirnya, Sony menghebuskan nafas terakhirnya setelah sempat dirawat selama beberapa hari di rumah sakit.

Sony bergabung dengan Petrominer sejak awal tahun 2015. Ketika itu, dia pun menjadi ujung tombak bagi foto-foto dan ilustrasi yang menghiasi Majalah bulanan berbahasa Inggris Petrominer. Setelah Petrominer beralih menjadi media online, Sony pun tetap setia mengirim laporan berita maupu foto. Inilah yang memperlihatkan bahwa dia amat mencintai profesinya sebagai wartawan foto.

Sony adalah sosok yang sangat supel. Dia sangat cepat bergaul dengan siapa saja. Dan yang terpenting, kehadirannya selalu membawa keceriaan. Sikap luwes dan enak diajak ngobrol itulah yang membuat Sony yang kerap memakai topi bertuliskan “Tukang Foto” saat meliput ini kian dikenal hingga kerap dilibatkan dalam berbagai liputan oleh Kementerian ESDM ke seantero Indonesia.

Selamat jalan Sony. Tenanglah di sana.

Sejumlah rekan-rekan wartawan ziarah ke makam Sony di Purbalingga, Jawa Tengah, Sabtu (15/9). (Petrominer/Fachry Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here