Agus Cahyono Adi. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer – Berkaca pada pelaksanaan lelang wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) dalam beberapa putaran terakhir, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membebaskan biaya akses data atau gratis bagi peserta lelang. Kebijakan ini diharapkan bisa menambah lebih banyak lagi calon investor yang ikut lelang WK Migas.

Menurut Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian ESDM, Agus Cahyono Adi, selama ini peserta lelang WK migas yang mengakses data sangatlah terbatas. Mereka menganggap biaya akses data tersebut cukup memberatkan. Alasannya, mereka belum tentu akan menang dalam lelang tersebut.

“Kondisi itu memicu kami untuk mengeluarkan kebijakan baru untuk membebaskan biaya tersebut atau nol rupiah. Dengan begitu, selama masa lelang kita berikan akses data secara bebas,” ujar Agus, Jum’at (2/11).

Dia mengatakan selama ini calon peserta lelang harus membayar US$ 5.000 untuk mendapatkan dokumen lelang (bid document). Selanjutnya, untuk mendapatkan data WK Migas yang ditawarkan, mereka harus membayar lagi dengan kisaran antara US$ 30.000-80.000.

Untuk meningkatkan minta keikutsertaan lelang, Kementerian ESDM akan membebaskan biaya akses data bagi peserta lelang. Dengan begitu, peserta bisa segera melihat dan menganalisa WK Migas yang diminati. Skema aturan ini akan mulai diberlakukan pada pelaksanaan lelang WK Migas mendatang guna menstimulus investasi sektor migas.

“Kebijakan yang kita keluarkan untuk lelang selanjutnya, yaitu setiap peserta yang sudah mengambil bid dokumen dan untuk mengevaluasi data akan diberikan akses datanya dengan tarif (0) nol rupiah,” ungkap Agus.

Menurutnya, nantinya setelah memenangkan lelang, peserta tersebut baru membayar biaya tersebut. Pemenang lelang akan membayar sesuai dengan data yang telah diakses, yang maksimal bisa mencapai US$ 80.000,

Perubahan aturan ini, jelas Agus, dilakukan oleh Pemerintah untuk menambah jumlah peserta lelang berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2012 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementerian ESDM.

Kondisi ini berkaca pada pengalaman sebelumnya, dari 215 kali lelang WK Migas yang dilakukan Pemerintah, paket data yang diakses oleh peserta hanya 223. “Kalau dirata-rata hanya diakses oleh satu perusahaan setiap kali lelang,” paparnya.

Paket Data dalam lelang WK Migas adalah sekumpulan data yang disusun untuk mengevaluasi potensi migas pada suatu WK yang ditawarkan. Paket Data disusun oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian ESDM bersama Unit Kementerian ESDM terkait berdasar kaidah keteknikan.

Tujuan Paket Data adalah membantu para peserta lelang dalam melaksanakan evaluasi teknis potensi migas dari WK yang ditawarkan dengan standar data yang sama. Selama ini para peserta lelang memanfaatkan paket data dengan terlebih dahulu melakukan transaksi akses dengan jumlah nominal tertentu sesuai volume Paket Data yang ditetapkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here