Salah satu Sapta PGN adalah penyediaan gas bumi untuk tujuh sektor industri khusus sesuai dengan Keputuran Menteri ESDM 89K/ 2020, serta dukungan penyediaan gas untuk new captive market.

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas dan bagian dari Holding PT Pertamina (Persero) berkomitmen terus meningkatkan pemanfaatan gas bumi guna merealisasikan kemandirian energi nasional. Komitmen ini akan dilaksanakan melalui Program Strategis Gas Bumi secara bertahap selama periode 2020-2026 melalui Program Strategis Subholding Gas, yaitu Tujuh Program Gasifikasi Nasional atau “Sapta PGN”.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, memaparkan bahwa PGN tetap fokus untuk menguatkan bisnis inti, yaitu niaga gas bumi melalui pipa distribusi dan transmisi untuk menjaga pemenuhan energi.

“Sapta PGN akan dilaksanakan seiring dengan fokus PGN dalam menyelesaikan proyek pipanisasi jangka menengah. Dengan begitu, PGN bisa terus hadir untuk menyalurkan gas bumi bagi masyarakat dan bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ungkap Rachmat, Rabu (13/1).

Dia menjelaskan, ketujuh program strategis yang akan dilaksanakan PGN dalam “Sapta PGN” adalah PGN Sayang Ibu, PGN mendukung Industri Khusus, PGN untuk Listrik Nasional, PGN Retail dan Industri Umum, PGN Sektor Maritim, PGN Sektor Darat, dan PGN Masuk Desa.

PGN Sayang Ibu, yakni layanan gas bumi terintegrasi dengan tambahan layanan produk untuk mempermudah kehidupan masyarakat modern melalui program pengembangan jaringan gas (jargas) untuk Pelanggan Rumah Tangga. Untuk tahun 2021, ditargetkan mencapai 170.000 sambutan rumah tangga (SR), dengan estimasi volume gas sekitar 10 BBTUD. Sampai tahun 2026, ditargetkan mencapai total 5,1 juta SR.

“PGN akan mengoptimalkan pembangunan jargas mandiri, APBN 2021 dan KPBU, sehingga dapat mencapai pengelolaan sesuai dengan target Proyek Strategis Nasional (PSN),” ujar Rachmat.

PGN Mendukung industri Khusus, yakni penyediaan gas bumi untuk tujuh sektor industri khusus sesuai dengan Keputuran Menteri ESDM 89K/ 2020, serta dukungan penyediaan gas untuk new captive market.

PGN untuk Listrik Nasional, yakni penyediaan gas bumi untuk sektor kelistrikan sesuai dengan RUPTL PLN, Kepmen ESDM 91K/ 2020 dan Kepmen ESDM 13/ 2020.

PGN Retail dan Industri Umum, yakni penyediaan gas bumi untuk sektor industri umum melalui pipa dan non pipa serta dukungan pengembangan Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui pipa transmisi dan pipa distribusi .

PGN Sektor Maritim, yakni layanan gas bumi melalui program konversi transportasi sektor laut menjadi berbahan bakar LNG, seperti konversi Pertamina International Shipping (PIS).

PGN Sektor Darat, yakni layanan gas bumi melalui program konversi transportasi sektor darat berbahan bakar gas, pengembangan SPBG dengan target pertumbuhan di atas 15 persen dan potensi demand sekitar 10.000 armada LNG Trucking.

PGN Masuk Desa, yakni penyediaan energi alternatif untuk masyarakat yang berlokasi di luar jangkauan infrastruktur pipa dan non pipa PGN, tentunya melalui pemberdayaan sumber daya lokal.

“PGN saat ini tengah mempersiapkan program baru PGN di sektor rumah tangga melalui penyediaan gas bumi dengan integrasi teknologi pipa, non pipa, dan teknologi fiber optic pengamanan jargas untuk dioptimalisasi sebagai layanan di cluster perumahan,” jelas Rachmat.

Selain ketujuh program tersebut, PGN juga berupaya melakukan perluasan wilayah bisnis ke skala internasional. Ini dilakukan melalui kegiatan LNG Trading dan kerjasama pengembangan infrastruktur gas bumi.

PGN telah menambahkan visi misi baru untuk pemanfaatan gas bumi melalui pengusahaan gas dari sumber gas bumi maupun portofolio LNG di mana utilisasi dan pengembangannya dijabarkan dalam Sapta PGN. Dalam perannya sebagai Subholding Gas, PGN mengambil langkah ini guna memenuhi permintaan gas bumi yang tinggi dan terus bertumbuh.

“Pelaksanaan program Sapta PGN mengedepankan pengelolaan infrastruktur gas bumi secara terintegrasi dalam proses bisnis hilir gas bumi mulai dari pengadaan pasokan gas bumi dari berbagai sumber. Kemudian gas bumi disalurkan kepada seluruh segmen pengguna akhir rumah tangga, pelanggan kecil, transportasi (SPBG), pelanggan kecil, komersial, industri dan pembangkit listrik,” ujar Rachmat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here