Bekasi, Petrominer – Senyum mengembang di wajah Nurhayati. Setelah sekian lama hanya bisa menyantol atau sambung listrik tetangga, kini warga Kampung Cibitung Sebrang, Bekasi, ini bisa memiliki sambungan listrik sendiri ke rumahnya.
“Alhamdulillah, saya senang sekali akhirnya bisa punya listrik sendiri, sudah tidak nyantol lagi dan tidak takut ngejepret, sekarang sudah tidak was-was lagi pakai peralatan elektronik,” ungkap Nurhayati usai mendapatkan bantuan listrik gratis Pemerintah melalui program Sinergi BUMN, Selasa (26/3).
Nurhayati yang sehari-sehari bekerja sebagai penjahit boneka merasa sangat beruntung dengan adanya bantuan listrik gratis. Pasalnya, kini dia bisa mengerjakan pekerjaan baik siang dan malam hari.
“Penghasilan saya tiap bulan 500 ribu, dengan adanya listrik milik sendiri saya bisa kerja siang malam, dan semoga penghasilan saya makin meningkat,” katanya berharap.
Nurhayati juga menyatakan senang bisa menerima kunjungan Menteri BUMN Rini Soemarno di rumahnya.
Sebelumnya, Menteri BUMN mengunjungi Kampung Cibitung Sebrang, Kecamatan Mustika Jaya dan Kecamatan Rawa Lumbu Kota Bekasi untuk melakukan simbolisasi penyalaan listrik gratis bagi 300 pelanggan yang tersebar di Kota Bekasi. Kunjungan ini merupakan lanjutan dari rangkaian acara Program Sambung Listrik Gratis yang diinisiasi oleh 34 BUMN.
Saat ini, ratio elektrifikasi Kota dan Kabupaten Bekasi sudah mencapai hampir 100 persen namun masih ada 11.000 kepala keluarga yang memperoleh listriknya dari rumah tetangga (nyantol/levering). Itu terpaksa dilakukan karena mereka tidak mampu membayar biaya penyambungan listrik yang sebesar Rp 1 juta.
Direktur Regional Bisnis Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero), Amir Rosidin, menjelaskan bahwa program Pemerintah ini diharapkan bisa membantu warga untuk mendapatkan sambungan listrik secara langsung. Target untuk tahun 2019 ini di wilayah Bekasi harus sudah tersambung 4.800 KK.
Pemasangan listrik gratis ini tentunya meringankan warga yang sebelumnya ketika masih nyantol harus membayar 40–50 ribu untuk 3 bola lampu saja. Namun sekarang dengan pasang listrik sendiri, warga cukup membayar 20–30 ribu untuk lampu dan peralatan listrik lainnya tanpa takut ngejepret (putus listrik).
Program ini merupakan program nasional seluruh Indonesia. Di wilayah jawa Barat sudah tersambung 109.000 rumah, dari target 235.000 ribu rumah. Secara nasional, sebanyak 1,2 juta KK akan memperoleh sambungan listrik gratis secara bertahap.








Tinggalkan Balasan