Capaian peningkatan cadangan migas (RRR) tahun 2017. (SKK Migas, Januari 2018)

Jakarta, Petrominer – Tingkat pengembalian cadangan (Reserve Replacement Ratio/RRR) minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia terus turun. Kondisi ini menunjukan jumlah sumber migas yang diproduksi jauh lebih besar dibandingkan penemuan cadangan baru.

Sampai akhir tahun 2017, capaian peningkatan cadangan migas (RRR) hanya mencapai 55,33 persen dari target yang ditetapkan sebesar 60 persen. Kondisi ini diakui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), seperti disampaikan oleh Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Ego Syahrial, Selasa (9/1).

“Saat ini, penemuan cadangan migas baru belum menunjukan kemajuan, malah jumlahnya semakin menurun,” ujar Ego.

Dia mencontohkan, dari 1 barel minyak ‎yang diproduksi, tingkat pengembaliannya hanya 0,6 barel.

Dia menjelaskan, penemuan cadangan migas memang belum berdampak, malah makin kurang. Dicontohkan, dari 1 barel minyak yang diproduksi, keberhasilan menemukan penggantinya hanya 0,6 barel. “Jadi cadangan kita turun,” kata Ego.

Tambahan cadangan migas sepanjang tahun 2017. (SKK Migas, Januari 2018)

Meski begitu, dia mengungkapkan bahwa penurunan tingkat pengembalian cadangan migas tersebut bukan berarti cadangan migas Indonesia sudah habis. Pasalnya, di Indonesia, masih terdapat 128 cekungan basin (sumber migas). Dari jumlah tersebut, yang baru digarap hanya 40 sampai 45 persen, sehingga masih ada potensi besar yang belum tergarap.

‎”Apa cadangan kita betul-betul habis? Tidak. 128 cekungan cadangan migas kita, baru total 40-45 persen yang betul-betul kita sentuh baik untuk eksplorasi, yang sudah diproduksi atau tidak menghasilkan apa-apa,” tutur Ego.

Ditanya upaya yang akan dan telah dilakukan, dia mengungkapkan bahwa Pemerintah akan terus berupaya meningkatkan pengembalian cadangan migas, dengan melakukan lelang wilayah kerja migas baru. Tidak hanya itu, pola kerjasama pengelolaan WK migas juga diubah, melalui penerapan mekanisme bagi hasil produksi migas dari cost recovery menjadi gross split.

Dia menyakini, penerapan bagi hasil migas gross split akan menggairahkan iklim investasi kegiatan pencarian migas. Hal ini sudah terbukti dengan diminatinya 5 wilayah kerja atau blok migas dari lelang tahap pertama 2017.

‎”Kita harapkan tahun depan reserve replacement-nya bertambah. Dengan lelang WK migas, kita harapkan angka 0,6 barel naik terus hingga idealnya 1 barel,” tegas Ego.

Hasil lelang WK Migas Tahap I 2017. (Kementerian ESDM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here