, ,

RMKO Catat Lonjakan volume Angkutan Batubara

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO IJ) mengumumkan capaian kinerja operasional yang solid untuk periode hingga Februari 2026. Kinerja positif ini didorong oleh sinergi operasional yang efektif, terutama pemanfaatan penuh hauling road milik PT RMK Energy Tbk (RMKE), serta respons strategis terhadap dinamika pasar dan regulasi.

Direktur Utama RMKO, William Saputra, mengatakan volume pengangkutan batubara melalui fasilitas Train Loading Station (TLS) meningkat 3,1 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan muatan batubara yang diangkut via kereta api sebesar 275,2 ribu ton, melonjak signifikan dari 88,7 ribu ton pada Februari 2025.

“Kinerja TLS tersebut didukung oleh pertumbuhan volume pengangkutan via hauling road sebesar 24,0 persen year-on-year (yoy), dari 45,0 ribu ton menjadi 55,8 ribu ton,” ungkap William dalam pernyataan resmi yang diterima PETROMINER, Kamis (9/4).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa segmen penyewaan alat berat RMKO menunjukkan momentum pertumbuhan berkelanjutan. Sementara di segmen jasa pertambangan, RMKO mulai menggarap operasional penambangan untuk pihak ketiga yang telah menjadi pelanggan RMKE sejak tahun 2025.

“Dengan skema opsi pembelian batubara di mulut tambang, RMKO tidak hanya menyediakan jasa operasional tetapi juga menawarkan solusi terintegrasi yang meningkatkan nilai bagi mitra,” jelas William.

Hingga Februari 2026, paparnya, RMKO berhasil meningkatkan volume overburden removal (OB removal) dari tambang pihak ketiga sebesar 33,0 persen menjadi 212,5 ribu bcm. Selain itu, volume batubara yang dihasilkan dari tambang pihak ketiga juga meningkat hingga mencapai 49,1 ribu ton.

Dia pun menekankan bahwa penyelesaian dan operasional penuh fasilitas hauling road RMKE telah memberikan dampak positif yang nyata bagi bisnis RMKO. Momentum ini semakin diperkuat dengan implementasi Peraturan Pemerintah Daerah yang melarang penggunaan jalan umum untuk angkutan batubara, efektif sejak 1 Januari 2026.

“Regulasi ini semakin menegaskan posisi hauling road kami sebagai infrastruktur yang vital dan strategis di wilayah operasi. Ke depannya, kami akan terus memperkuat sinergi antar grup untuk mendorong peningkatan volume batubara dari tambang-tambang pihak ketiga, dengan dukungan penuh dari fasilitas infrastruktur pendukung yang telah terintegrasi dengan baik,” ujar William.