Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto melakukan pertemuan dengan CEO Tashyeed Group Zayed Bin Owaidah Al Qubaisy beserta Delegasi Investor Swasta Persatuan Emirat Arab di Kementerian Perindustrian, Selasa (6/2).

Jakarta, Petrominer – Indonesia dan Uni Emirat Arab terus berupaya meningkatkan kerja sama di berbagai sektor industri di kedua negara. Peluang kolaborasi yang tengah dijajaki antara lain investasi pada industri pembangkit listrik, industri alat kesehatan, industri energi alternatif dan minyak dan gas bumi (migas), serta industri pengolahan air.

“Indonesia memandang Uni Emirat Arab sebagai mitra strategis, khususnya Dubai sebagai salah satu hub perdagangan dunia untuk peningkatan ekspor produk industri kita ke berbagai negara,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai menerima Delegasi Investor Swasta Persatuan Emirat Arab yang dipimpin oleh CEO Tashyeed Group, Zayed Bin Owaidah Al Qubaisy di Kementerian Perindustrian, Selasa (6/2).

Menurut Airlangga, potensi investasi industri pembangkit listrik di Indonesia seiring upaya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang ditargetkan mencapai 35.000 MW, terdiri atas 291 unit pembangkit listrik, 735 jalur jaringan transmisi, dan 1.273 unit gardu induk dengan total investasi Rp 1.189 triliun.

“Kami juga tengah memfasilitasi penelitian dan pengembangan produk solar cell untuk implementasi pada industri dan masyarakat,” ujarnya.

Melihat potensi pada industri alat kesehatan, pemerintah tengah mendorong penggunaan teknologi terkini secara terintegrasi termasuk komponen, bahan baku dan bahan penolong. “Kami berharap juga adanya pendirian center of excellent yang mencakup kegiatan litbang dalam mendukung produksi alat kesehatan dasar massal untuk keperluan dalam negeri,” imbuh Menperin.

Selanjutnya, pemerintah tengah berupaya mengembangkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) khususnya pada teknik desain produk alat kesehatan. “Bahkan, kami menggenjot penguatan kapasitas industri kecil dan menengah (IKM) yang menghasilkan komponen alat kesehatan melalui bantuan teknis dan peralatan uji,” ungkap Airlangga.

Saat ini, jelas Menperin, para pelaku industri Uni Emirat Arab yang ingin berinvestasi di Indonesia memiliki kesempatan baik. Pasalnya, Pemerintah Indonesia memberikan kemudahan bagi para penanam modal. Ini terlihat dari kebijakan deregulasi dan sejumlah paket kebijakan ekonomi yang telah diterbitkan, di antaranya layanan investasi tiga jam, insentif fasilitas pada kawasan logistik berikat, dan insentif di kawasan industri sesuai zona.

“Salah satu program Pemerintah Indonesia yang sekarang dinilai menjadi daya tarik bagi para investor yaitu pengembangan kompetensi SDM industri melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi,” paparnya.

Bahkan pihaknya telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan mengenai skema pemberian insetif fiskal kepada investor yang akan mengembangkan pendidikan vokasi dan pusat inovasi di tanah air. “Bagi perusahaan yang melakukan kerja sama dengan sekolah kejuruan serta memberikan pemagangan dan penyediaan alat industri, pemerintah akan memberikan tax allowance sampai 200 persen,” ungkapnya.

Sedangkan perusahaan yang berkomitmen membangun fasilitas penelitian dan pengembangan di dalam negeri akan diberikan tax allowance 300 persen. Kebijakan pengurangan terhadap penghasilan kena pajak ini telah sukses diterapkan Thailand sebagai upaya memacu daya saing industrinya.

“Dari kerja sama ini, kami berharap adanya transfer teknologi. Selain itu, adanya kolaborasi dengan pelaku industri kita dan pemberdayaan SDM lokal,” tutur Menperin.

Beberapa perusahaan di Uni Emirat Arab yang telah menyatakan minat berinvestasi di Indonesia antara lain Emaar, Dubai World, Drydock, Limitles, Etisalat, Mudabala, IPIC, dan Al Dhahra. Uni Emirat Arab telah berinvestasi ke Indonesia senilai US$ 55 juta dengan 80 proyek tahun 2016. Capaian itu meningkat dari investasi US$ 19,25 juta tahun 2015.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan cenderamata kepada CEO Tashyeed Group Zayed Bin Owaidah Al Qubaisy seusai melakukan pertemuan di Kementerian Perindustrian, Selasa (6/2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here