, ,

RI-AS Bersiap Pacu Industri Semikonduktor

Posted by

Jakarta, Petrominer – Indonesia dan sejumlah negara anggota G20 terus berupaya meningkatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif, termasuk di sektor industri. Ini tercermin dari hasil pertemuan bilateral pada Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) dalam rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia di Bali.

Salah satu pertemuan bilateral tersebut, yakni antara Delegasi Indonesia yang diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bersama Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dengan U.S Trade Representative, Ambassador Katherine Tai, yang mewakili Pemerintah Amerika Serikat.

Ada beberapa potensi kerja sama di sektor industri yang perlu direalisasikan. Misalnya memacu investasi di sektor industri semikonduktor. Pasalnya, ada produsen semikonduktor yang cukup besar di AS, antara lain Intel, Micron Technology, Qualcomm, Broadcom, Texas Instruments, dan NVIDIA. Sementara Indonesia punya bahan bakunya.

“Indonesia memiliki sumber daya bahan baku seperti pasir silika yang melimpah di beberapa wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan. Investasi yang akan hadir nanti diharapkan dapat memperkuat rantai nilai di sektor-sektor industri lainnya, seperti otomotif, komunikasi, dan elektronik,” papar Menperin Agus, Kamis (22/9).

Menurutnya, Kementerian Perindustrian telah menyusun peta jalan jangka menengah (tahun 2022-2030) untuk pengembangan industri semikonduktor di Indonesia. Untuk mendukung langkah tersebut, Pemerintah akan memberikan sejumlah insentif kepada investor industri semikonduktor.

Sementara itu, kedua belah pihak juga berkomitmen terus mendorong peningkatan kerja sama melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Kerangka kerja sama IPEF dinilai dapat menjadi respons yang tepat dalam meng-address kondisi dan dinamika global saat ini, di mana semua negara harus mengedepankan kerja sama yang lebih erat di dalam menciptakan keseimbangan, kemakmuran, dan pembangunan yang berkeadilan, terutama di kawasan Indo-Pacific.

“Menindak lanjuti apa yang sudah disepakati pada IPEF Ministerial Meeting di Los Angeles beberapa waktu lalu, Pemerintah Indonesia menyampaikan kesiapan dan menegaskan komitmennya untuk mengikuti seluruh Pilar IPEF,” kata Menko Airlangga.

Hal tersebut disambut positif oleh Ambassador Tai. Dia menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi yang tinggi atas engagement dan keterlibatan Indonesia  guna mendorong hasil konkret dari kerja sama di IPEF.

“Berbagai tantangan yang dihadapi saat ini, diharapkan akan menjadi kesempatan dan peluang dalam membangun kerja sama multilateral yang lebih baik, dan mampu berkontribusi besar dalam menyelesaikan berbagai permasalahan global,” ujarnya.

Investasi AS di Indonesia selama tahun 2021 mencapai US$ 2,54 miliar yang terdiri dari 824 proyek. Sementara total perdagangan non-migas Indonesia dengan AS pada tahun 2021 sebesar US$ 37 miliar, naik 36 persen dibandingkan tahun 2020.

Untuk periode Januari-Juni 2022, total perdagangan Indonesia-AS mencapai US$ 20,3 miliar, naik 19 persen dari periode yang sama tahun 2021.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *