Ego Syahrial.

Jakarta, Petrominer – Kegiatan pertambangan selain menghasilkan produk olahan yang bermanfaat bagi masyarakat juga membawa dampak ikutan yang harus dipulihkan, seperti adanya bekas galian.

Dampak inilah yang terus diminimalisasi oleh Pemerintah. Misalnya dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2010 Tentang Reklamasi Paska Tambang dan Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 26 Tahun 2018 Tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan Yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara. Kegiatan paska tambang ini bertujuan menyelesaikan kegiatan pemulihan lingkungan hidup dan sosial pada saat tambang berakhir dengan fokus utama keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat.

“Salah satu upaya meminimalisir dampak tambang adalah dengan mereklamasi lahan paska kegiatan kegiatan pertambangan. Ini yang harus menjadi fokus kita bersama. Selain bertujuan mencegah erosi atau mengurangi mengalirnya air limpasan reklamasi untuk menjaga lahan menjadi lebih stabil dan tentunya agar lahan lebih produktif,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial, usai menandatangani memorandum of understanding (MoU) antara Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Selasa (23/4).

Menurut Ego, kewajiban reklamasi paska tambang melekat pada pemegang izin usaha pertambangan (IUP). Selanjutnya, pemegang IUP tersebut wajib menempatkan jaminan dengan tidak menghilangkan kewajiban reklamasi dan paska tambang. Kegiatan paska tambang bertujuan menyelesaikan kegiatan pemulihan lingkungan hidup dan sosial pada saat tambang berakhir dengan fokus utama keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat.

Dia mengeaskan bahwa kegiatan reklamasi diharapkan akan menghasilkan nilai tambah lingkungan dan menciptakan keadaan yang lebih baik dibandingkan sebelum dilakukan kegiatan pertambangan. Kegiatan ini mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir.

“Yaitu dari seluas 6.597 hektar tahun 2014 meningkat menjadi seluas 6.950 hektar tahun 2018. Pada tahun 2019 ini diharapkan mencapai lebih dari 7.000 hektar,” tegas Ego.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here