Tarakan, Petrominer – Warga Desa Long Ampung dan sekitarnya kini tidak harus merogoh kocek puluhan hingga ratusan ribu untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) per liternya. Program BBM Satu Harga telah menjangkau wilayah pinggiran Kalimatan Utara tersebut.

Jum’at (15/2), Menteri Energi Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Infrastruktur Migas, Direktur BBM BPH Migas, Gubernur Kalimantan Utara dan anggota Komisi VII DPR RI meresmikan SPBU Kompak BBM Satu Harga secara simbolis di Kampung Enam Tarakan.

SPBU Kompak bernomor 66.775.004 ini berada di Desa Long Ampung, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Ini menjadi SPBU ke-7 BBM Satu Harga yang ditugaskan kepada Pertamina untuk wilayah Kalimantan Utara.

Titik BBM Satu harga lainnya yang sudah terealisasi di Kalimantan Utara adalah empat di Kabupaten Nunukan, satu di Kabupaten Bulungan, dan satu di Kabupaten Malinau. Dengan demikian, total 27 titik BBM Satu Harga sudah terealisasi di wilayah Kalimantan.

Dalam sambutannya, Jonan menyebutkan bahwa aktivitas perekonomian masyarakat diproyeksikan meningkat seiring kehadiran BBM Satu Harga. Kini, masyarakat bisa mendapatkan BBM baik Solar maupun Premium dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu Rp 6.450 per liter untuk jenis Premium dan Rp 5.150 per liter untuk Solar. Sebelumnya warga setempat yang mayoritas bertani dan berkebun harus membeli BBM baik Solar maupun Premium dengan harga sekitar Rp 15.000.

Kemudahan akses juga menjadi keberkahan lain bagi masyarakat Kayan. Sebelum adanya BBM Satu Harga mereka mesti menempuh lebih dari 80 KM atau sekitar 5 jam melalui jalur darat hanya demi mendapatkan BBM.

“Ini mempermudah kehidupan perekonomian masyarakat sehingga lebih baik,” ungkap Jonan.

Menurut Communication and CSR Region Manager Kalimantan, Yudi Nugraha, peresmian BBM Satu Harga di Malinau merupakan salah satu bentuk komitmen Pertamina untuk mewujudkan keadilan energi dengan terus mendistribusikan BBM ke wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Adanya lembaga penyalur ini diharapkan dapat mendorong perekonomian masyarakat Long Ampung menjadi lebih baik.

Sebelum adanya SPBU di Desa Long Ampung, warga Desa membeli premium dan solar dengan harga Rp 35.000,-/liter bahkan jika musim penghujan, warga harus merogoh kocek dua hingga tiga kali lipat sebesar Rp 70.000 – Rp 100.000 per liternya. Pasalnya, mereka mendapatkan BBM tersebut dari Melak, Kalimantan Timur.

Kini, penyediaan BBM di SPBU Kompak Kayan akan dipasok dari Terminal BBM Samarinda dengan alokasi perbulan sekitar 50 Kiloliter (KL) untuk Premium dan Solar sebanyak 36 KL. SPBU tersebut akan melayani sekitar 568 Kepala Keluarga (KK).

Lembaga penyalur ini merupakan salah satu dari 124 titik BBM Satu Harga yang telah dioperasikan Pertamina di seluruh wilayah 3T di Indonesia. Sesuai Roadmap awal, hingga akhir tahun 2019 Pertamina akan membangun 150 titik BBM Satu Harga. Namun berdasarkan Surat Kepala Badan Hilir (BPH) Migas No 167/Ka BPH/2019 tanggal 21 Januari 2019, target akhir bertambah menjadi 160 titik.

BBM Satu Harga yang sudah beroperasi hingga saat ini tersebar di seluruh wilayah 3T mulai dari Pulau Sumatera, Jawa – Bali, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua. Titik BBM Satu Harga terbanyak berada di Papua sebanyak 28 titik, Kalimantan (28 titik), Sumatera (24 titik), Nusa Tenggara (16 titik), Sulawesi (14 titik), Maluku (11 titik) dan Jawa – Bali (4 titik).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here