Jayapura, Petrominer — Dalam rangka memperingati Hari Malaria Sedunia tanggal 25 April 2016, PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerja sama dengan Universitas Cenderawasih Jayapura menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Malaria untuk masyarakat. Kegiatan ini diadakan di Puskesmas Kanda, Kampung Yakonde, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (9/5).

Kegiatan sosialisasi ini dikuti oleh warga Kampung Yakonde, mulai dari anak-anak hingga dewasa, serta dihadiri pula oleh Kepala Pemerintahan Kampung (KPK) Yakonde, Kepala Puskesmas Kanda, dan beberapa tokoh agama. Kegiatan sosialiasi kesehatan tersebut melibatkan sejumlah akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Cendrawasih dan anggota tim Departemen Community Health Department (CHD) PTFI.

“Kegiatan ini bertujuan untuk semakin meningkatkan pemahaman masyarakat setempat akan bahaya penyakit malaria dan cara-cara menghindarinya. Kesehatan masyarakat adalah salah satu elemen penting dalam menunjang pembangunan,” ujar Vice President Corporate Communications PTFI, Riza Pratama.

Menurut Riza, kepedulian terhadap taraf kesehatan masyarakat didasari fakta bahwa PTFI beroperasi di wilayah dimana penyakit seperti malaria masih menjadi masalah kesehatan utama.

“Melalui Departemen CHD PTFI bersama para mitra lainnya, kami turut aktif dalam berbagai kegiatan promosi dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat,” paparnya.

Selain di Jayapura, kegiatan sosialisasi kesehatan dalam rangka Hari Malaria Sedunia ini juga dilakukan di Timika, Kabupaten Mimika, lokasi dimana kegiatan operasional PTFI berada.

Selain dalam rangka Hari Malaria Sedunia, PTFI telah secara kontinyu turut mendukung program Pemerintah Daerah, khususnya Kabupaten Mimika, dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dalam berbagai bentuk, baik pada kategori pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuratif), termasuk diantaranya pembangunan fasilitas kesehatan untuk masyarakat, penyediaan tenaga medis, pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat lokal, penyuluhan kesehatan, penyemprotan nyamuk ke rumah-rumah, serta pendidikan hidup sehat.

Melalui Pusat Pengendalian Malaria di Timika, PTFI telah berhasil mendeteksi penurunan angka kejadian malaria di Puskesmas Timika sebesar 70% selama tahun 2012 – 2014. Hal ini merupakan dampak dari strategi pengendalian malaria melalui Pusat Pengendalian Malaria Timika. Di periode yang sama juga terjadi penurunan angka kejadian malaria hampir 50% di tiga pusat pelayanan kesehatan yang dikelola CHD PTFI.

Berdasarkah pengumpulan data malaria yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Timika, Rumah Sakit Mitra Masyarakat, Puskesmas Timika dan tiga klinik CHD didapati adanya penurunan angka kejadian malaria sebesar 52% selama 2012 – 2014.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here