, ,

Proyek North Hub Masuki Tahap Konstruksi

Posted by

Tanjung Balai Karimun, Petrominer – Proyek North Hub di lepas pantai (offshore) Kalimantan Timur memasuki tahapan konstruksi. Ini ditandai dengan pemotongan baja pertama (first steel cut) pembangunan bagian topside Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (23/7).

Dimulainya fabrikasi FPSO ini menjadi salah satu tahapan penting menuju target produksi pada tahun 2028. Fasilitas produksi terapung ini akan menjadi pusat pengolahan gas dari 16 sumur yang akan dikembangkan di lapangan Geng North dan Gehem, cekungan Kutai, Kalimantan Timur. Keberhasilan proyek akan ditentukan oleh ketepatan jadwal konstruksi, kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat.

“Besarnya nilai investasi ini menjadi bukti nyata bahwa iklim bisnis Indonesia masih sangat menarik bagi investor dan tetap dipercaya oleh dunia internasional. Keberhasilan industri fabrikasi dalam negeri dalam menjawab tantangan proyek berskala besar ini membuktikan bahwa teknologi tinggi kini mampu diimplementasikan di dalam negeri,” ujar Djoko usai melakukan seremoni first steel cut.

North Hub Development Project telah melewati sejumlah tahapan penting sejak penemuan gas di sumur eksplorasi Geng North-1. Persetujuan Plan of Development (POD) I Kutei North Hub diperoleh pada Agustus 2024.

Proyek kemudian menyelesaikan Front-End Engineering Design atau FEED pada Januari 2025 dan mencapai Final Investment Decision (FID) pada Maret 2026. Empat bulan setelah FID, proyek memasuki tahap pemotongan baja pertama pada Juli 2026 ini.

Direktur Eni North Ganal Ltd., Mirko Araldi, mengatakan peresmian tersebut menandai dimulainya tahapan yang lebih besar ketimbang sekadar pembangunan modul topside. Pencapaian itu mencerminkan kerja keras, dedikasi, dan visi bersama berbagai pihak untuk menghadirkan pasokan energi yang andal bagi Indonesia.

“Kami di Searah bangga menjadi bagian dari perjalanan energi Indonesia. Pencapaian hari ini merupakan wujud kepercayaan kami yang berkelanjutan terhadap sektor energi Indonesia, sekaligus komitmen jangka panjang kami untuk terus berinvestasi, bertumbuh, dan menciptakan nilai di negara ini,” ujar Mirko.

Dia menegaskan, pihaknya akan berupaya memenuhi target first gas yang telah disepakati pada akhir 2028. North Hub ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu kurang dari tiga tahun setelah keputusan investasi final. Ini mencerminkan komitmen kuat, kolaborasi, dan keunggulan eksekusi dari seluruh pihak yang terlibat.

Dimulainya fabrikasi FPSO menjadi salah satu tahapan penting menuju target produksi pada 2028. Keberhasilan proyek akan ditentukan oleh ketepatan jadwal konstruksi, kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, dan koordinasi seluruh pihak yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *