Jakarta, Petrominer – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) menyatakan masih ada dua perusahaan yang mendapatkan peringat Hitam dalam hasil peringkat PROPER tahun 2020. Acara penyerahan Anugerah PROPER 2020 diselenggarakan di Kementerian LHK, Senin (14/12), dengan mengikuti protokol kesehatan.

Untuk tahun ini, menurut Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, pihaknya menambahkan kriteria sensitifitas dan daya tanggap perusahaan terhadap kebencanaan dalam penilaian aspek pemberdayaan masyarakat. Kriteria ini pada dasarnya meminta komitmen pimpinan perusahaan untuk memberikan perlindungan kepada karyawannya sehingga tidak melakukan pemutusan hubungan kerja.

“Dunia usaha diharapkan mengingintegrasikan analisa resiko terhadap bencana, kerentanan sosial dan lingkungan untuk menyusun strategi keberlanjutan bisnisnya. Dunia usaha juga didorong untuk meningkatkan kemitraan yang melibatkan instansi pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, perguruan tinggi dan lembaga internasional dalam upaya bersama untuk menangani bencana,” ungkap Siti Nurbaya.

Selain itu, perusahaan juga didorong meningkatkan program pemberdayaan masyarakat yang telah dibinanya dan mengembangkan binaan baru di daerah yang terkena bencana untuk membantu pemulihan kehidupan masyarakat. Program tersebut diharapkan merupakan program yang bersifat jangka panjang seperti pembangunan kembali prasarana dan sarana serta pelayanan publik, pembangkitan kembali kehidupan sosial budaya masyarakat dan penerapan rancang bangun yang tepat dan penggunaan peralatan yang lebih baik dan tahan bencana.

Hasil evaluasi menunjukkan potensi dunia usaha Indonesia untuk membangun kembali tata kehidupan “new normal” sangat besar. Sebanyak 172 perusahaan melaporkan keterlibatannya dalam penanganan bencana, dengan total anggaran mencapai Rp 346,1 miliar. Masyarakat yang menikmati secara langsung sumbangsih dunia usaha ini mencapai 2.279.398 jiwa.

Hasil evaluasi juga menunjukkan, meskipun dalam masa pandemik, kinerja perusahaan tidak mengecewakan. Tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup mencapai 88 persen, lebih baik dari tahun 2019 sebesar 85 persen.

Evaluasi dilakukan terhadap 2.038 perusahaan, dengan hasil peringkat kinerja Hitam ada 2 perusahaan, Merah (233 perusahaan), Biru (1.629 perusahaan), Hijau (125 perusahaan), dan Emas diraih 32 perusahaan.

Kreatifitas dan inovasi perusahaan ternyata juga tidak terhalang oleh pandemi. Pada tahun ini tercatat 806 inovasi yang dihasilkan oleh perusahaan meningkat 2 persen dari tahun sebelumnya. Hasil inovasi ini mampu menghemat anggaran sebesar Rp 107,13 triliun.

Namun memang harus diakui bahwa pandemik sangat berpengaruh terhadap aktifitas ekonomi dan produksi. Hal ini terlihat dari upaya efisiensi energi mengalami penurunan 35 dari 663.903.297 GJ pada tahun 2019 menjadi 430.244.918 GJ pada tahun 2020. Upaya pengurangan, pemanfaatan kembali dan daur ulang Limbah B3 dan non B3 juga mengalami penurunan berturut-turut 7,62 persen dan 49,33 persen dari 17.756.918 Ton menjadi 16.403.947 Ton dan 9.925.613 Ton menjadi 5.029.181. Dana program pemberdayaan masyarakat yang bergulir di masyarakat juga mengalami penurunan dari Rp 22,88 triliun menjadi Rp 6,21 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here