, ,

Progres Program 35.000 MW Sesuai Target

Posted by

Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegaskan bahwa penyelesaian proyek ketenagalistrikan 35.000 megawatt (MW) tidak bisa ditempuh dalam tempo singkat. Menurut Jonan, proyek strategis nasional tersebut membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 3 tahun untuk beroperasi dari masa konstruksi.

“Kalau ditulis capaian program 35 ribu yang sudah Commercial Date Operation (COD) atau Sertifikat Laik Operasi (SLO) sudah 1.362 MW, itu memang betul benar. Itu sejak pertengahan tahun 2015. Kalau dihitung sampai sekarang kurang lebih 2,5 sampai 3 tahun,” kata Jonan, Selasa (6/3).

Bahkan, paparnya, pengoperasian proyek tersebut bisa membutuhkan waktu lebih lama menyesuaikan jenis pembangkit dan kapasitasnya. Meski begitu, sebanyak 17.116 MW sudah melakukan konstruksi. Selebihnya ada yang sudah tanda tangan kontrak dan ada yang dalam tahap pengadaan serta tahap perencanaan.

“Untuk yang tahap konstruksi ini tetap berjalan. Tidak ada masalah,” jelas Jonan.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir. Malahan, Sofyan mengungkapkan secara total kemajuan pembangunan proyek 35.000 MW sudah mencapai 30 hingga 40 persen.

“Kalau ditanya 35.000 MW sudah selesai dalam dua tahun pasti saya berbohong. Tapi, kalau berbicara progress pembangunnnya itu sudah 30-40 persen,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sofyan merinci prakiraan masa pembangunan pembangkit. Untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) memakan waktu sekitar 5-6 tahun, panasbumi (PLTP) bisa 5-6 tahun, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di atas 600 MW bisa mencapai 6 tahun dan di bawah 600 MW mencapai 3 tahun.

“Yang lebih cepat itu (pembangkit listrik berbahan bakar) gas bisa 8 bulan sampai 1 tahun,” paparnya.

Salah satu bukti kemajuan adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7, PLTU Jawa 9, PLTU Jawa 10 dengan total kapasitas 4.000 MW yang baru diresmikan Persiden Jokowi pada 5 Oktober 2017 lalu. Selain itu, masih ada PLTU Jawa I di CIlacap yang penyelesainnya sudah mencapai 37 persen.

Selain program 35.000 MW, Pemerintah juga tengah menyelesaikan Program 7.000 MW yang terdiri dari lanjutan Fast Track Program (FTP) I, FTP II dan regular. Status program tersebut sebanyak 6.424 MW atau sekitar 82 persen sudah bisa beroperasi hingga Januari 2018 dan 1.407 MW atau 18 persen dalam tahapan konstruksi.

Hingga akhir tahun 2017, total kapasitas terpasang pembangkit listrik nasional mencapai 60 GW. Kapasitas terpasang tersebut meningkat dibandingkan tahun 2014 yang sebesar 53 GW. Artinya dalam 3 tahun terakhir, tambahan pembangunan pembangkit listrik mencapai 7 GW.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *