Cirebon, Petrominer – Setelah sukses menyelenggarakan kelas perdana program vokasi ketenagalistrikan, Cirebon Power berencana kembali menerima siswa baru untuk kelas berikutnya. Program vokasi operasi dan pemeliharaan pembangkit batu bara bersih ini akan diikuti oleh para lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

“Kami akan membuka lagi kelas program vokasi untuk periode enam bulan ke depan. Targetnya diikuti 20 orang lulusan SMK,” ujar Presiden Direktur Cirebon Power, Heru Dewanto, usai mewisuda 19 lulusan kelas perdana program vokasi ketenagalistrikan Cirebon Power, Rabu (23/1).

Heru menjelaskan, kuota setiap angkatan memang dibatasi hanya 20 siswa. Ini agar hasil pelatihan itu bisa maksimal dan semua peserta memahami seluruh materinya. Para pesertanya merupakan lulusan SMK di wilayah Cirebon dan sekitarnya yang telah lolos seleksi.

Sebelumnya, 19 dari 20 siswa kelas perdana program vokasi ini telah dinyatakan lulus. Satu siswa tidak lulus karena mengundurkan diri. Mereka menempuh pendidikan selama enam bulan, yakni 28 Agustus 2018 sampai 18 Januari 2019.

Program vokasi ini merupakan hasil kerjasama Cirebon Power dengan Korean Midland Power (KOMIPO) dan Kementerian Perindustrian. Para siswa telah menjalani 200 jam belajar yang dibimbing instruktur dari Politeknik Manufaktur Bandung dan tenaga ahli dari Korea. Para siswa juga menjalani 4.800 jam kerja praktik (on job training) di pembangkit listrik.

“Di akhir program, para siswa mengikuti uji kompetensi yang dilakukan Ikatan Ahli Teknik Ketenalistrikan Indonesia (IATKI),” ujar Presiden Direktur Cirebon Power, Heru Dewanto.

Menurut Heru, program ini memiliki tujuan untuk bisa menghasilkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi di bidang ketenagalistrikan. Apalagi saat ini, sejumlah pembangkit listrik sedang dalam proses pembangunan dan tidak lama lagi akan beroperasi di sejumlah wilayah di Indonesia.

“Lulusan vokasi ini mengantungi sertifikat kompetensi dari Kementerian ESDM, sehingga memenuhi kualifikasi untuk bekerja di pembangkit listrik manapun, apalagi keahlian mereka sangat langka dan spesifik,” jelasnya.

Cirebon Power menyelenggarakan program vokasi ini untuk menunjukkan bahwa pembangkit listrik di Cirebon tersebut ikut berperan dalam menyiapkan tenga kerja ketenagalistrikan yang kompeten, terutama di bidang pembangkit listrik. Program vokasi ini diharapkan bisa diselenggarakan oleh perusahaan pembangkit listrik lainnya, sehingga tenaga kerja di Indonesia akan lebih banyak terserap.

Lulusan Terbaik

Dalam kesempatan itu, Heru juga menyatakan bahwa dengan dilibatkannya masyarakat lokal dalam program vokasi ini diharapkan bisa lebih banyak lagi pekerja lokal yang bergabung di Cirebon Power. Selain itu, Cirebon Power juga akan menyalurkan para lulusan vokasi ini ke dalam data base asosiasi pembangkit listrik di Indonesia.

“Sehingga, nanti tidak mesti bekerja di Cirebon Power, namun bisa juga ke perusahan pembangkit lainnya,” kata Heru.

Tidak hanya itu, Cirebon Power juga sudah merekrut dua lulusan terbaik dalam program vokasi ini. Malahan, perusahaan ini berjanji akan kembali merekrut lulusan program vokasi ini.

“Untuk saat ini, karena memang yang dibutuhkan baru dua orang. Jadi, kami baru bisa merekrut dua orang. Namun kita juga membebaskan mereka untuk mencari peluang lain,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here