Bandung, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali memanggil para mahasiswa di seluruh Indonesia untuk bergabung dalam program Gerakan Inisiatif Listrik Tenaga Surya (GERILYA). Ini merupakan Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) Batch IV, yang menjadi program kolaborasi bersama Kementerian ESDM dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak tahun 2021.
Koordinator Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Ketatausahaan, Kementerian ESDM, Arid Riza Abadi, menjelaskan program GERILYA MSIB Batch IV ini dilaksanakan untuk mendukung upaya transisi energi yang dilaksanakan Pemerintah untuk mencapai target bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada tahun 2025 dan Net Zero Emission (NZE) di tahun 2060 atau lebih cepat.
“Keseriusan Kementerian ESDM di program GERILYA ini adalah untuk mengembangkan dan mensosialisasikan EBT kepada generasi muda. Semoga pelaksanaan GERILYA MSIB Batch IV dapat berjalan baik,” ujar Arid Riza saat mewakili Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama, Kementerian ESDM pada Kick-off Program GERILYA MSIB Batch IV di Bandung, Senin (9/1).
Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa program GERILYA MSIB Batch IV ini diinisiasi untuk memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman dan mencetak tenaga kerja profesional di bidang industri energi terbarukan. Para mahasiswa yang hendak lulus diberi kesempatan untuk mengembangkan diri dan mendapatkan pengalaman untuk memasuki dunia kerja.
Pendaftaran peserta program GERILYA MSIB Batch IV bisa diakses melalui tautan https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id dan akan ditutup pada 15 Januari 2023 mendatang. Peserta yang lolos seleksi administrasi akan diumumkan pada 18 Januari 2023.
Seleksi akan dilakukan melalui dua tahap, yakni Tes Kemampuan Dasar dan Essay, serta penilaian wawancara dan motivation letter.
Untuk batch ini, Kementerian ESDM tidak hanya mengundang mahasiswa rumpun teknik atau eksak, GERILYA MSIB Batch IV juga membuka kesempatan untuk mahasiswa sosial dan humaniora untuk bergabung mengembangkan sektor EBT.
Program GERILYA ditujukan bagi mahasiswa minimal Semester V untuk mengikuti studi independen yang setara dengan 10-20 SKS (tergantung persetujuan Universitas). Metode pembelajaran dibagi menjadi dua, yaitu course dan team-based project (TBP) di mana peserta Gerilya terjun langsung ke perusahaan yang bergerak di bidang PLTS untuk mempraktikkan, mengoperasikan, memelihara, serta mengatasi permasalahan ketika ada peristiwa yang mengganggu fungsi kerja PLTS Atap.








Tinggalkan Balasan