Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly meninjau stan peserta Pameran Produk Unggulan Narapidana 2019 di Jakarta, Selasa (26/3).

Jakarta, Petrominer – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengemukakan bahwa di tengah bergulirnya era industri 4.0 dan ekonomi digital, pasar online menjadi basis penting memajukan industri dalam negeri. Media ini juga bisa sebagai ajang pamer produk dalam negeri kepada masyarakat luas dan pasar dunia.

“Terkait pasar online, Kemenperin melalui Ditjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) memiliki program e-Smart IKM, yaitu sistem basis data IKM yang tersaji dalam profil industri, produk, dan sentra yang terintegrasi dengan marketplace yang sudah ada,” ujar Airlangga ketika membuka Pameran Produk Unggulan Narapidana (PUN) 2019, Selasa (26/3).

Program e-Smart IKM telah menjalin kerja sama dengan sejumlah marketplace seperti Bukalapak, Tokopedia, Shopee, BliBli, Blanja.com, Ralali, dan Gojek Indonesia. Melalui program e-Smart IKM, sektor IKM diharapkan tidak akan tertinggal dalam tren transaksi online di dalam situs jual beli, dan akan menjadikan produk-produk IKM tersebut semakin kompetitif.

Hal inilah yang mendorong Kementerian Perindustrian untuk fokus dalam upaya penumbuhan dan pengembangan wirausaha industri baru, khususnya menciptakan sektor industri kecil dan menengah (IKM). Potensi ini juga muncul dari warga binaan lembaga pemasyarakatan yang banyak memiliki keterampilan menghasilkan produk kreatif dan berdaya saing.

“Kami terus mendukung program graduasi ini. Artinya, agar warga yang sedang dibina di lembaga pemasyarakatan (lapas) punya jiwa wirausaha, sehingga nantinya memiliki kompetensi atau kemampuan dalam melanjutkan karier saat berasimilasi secara mandiri,” tegasnya.

Menperin menyebutkan, beberapa “lulusan” lapas yang sudah mendapatkan pembinaan sudah ada yang menjadi desainer atau pengrajin. Bahkan, mereka mampu membuka lapangan kerja dan produk yang dihasilkannya telah diekspor seperti sarung tangan dan produk kerajinan.

Dia pun berharap, warga binaan pemasyarakatan yang sudah mendapat pembinaan bisa berwirausaha dan menghasilkan produk-produk yang berkualitas. Tidak hanya itu, mereka juga diharapkan mampu memasarkan produknya ke platform digital yang telah berkerjasama dengan e-Smart IKM. Produknya akan bisa dipasarkan melalui online secara terbatas, kalau ada demand.

“Jadi, pembinaan ini suatu upaya yang diperlukan. Apalagi, pada saat di lapas, mereka mempunyai waktu yang cukup. Dengan bantuan peralatan dan desain serta kemudahan bahan baku dan akses pasar, diyakini akan memacu daya saing produk yang diciptakan,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan bahwa warga binaan pemasyarakatan mempunyai potensi menapaki masa depan lebih baik setelah menyelesaikan masa hukumannya. Wapres pun kami mengapresiasi Kemenperin, Kemenkum dan HAM serta kementerian dan lembaga lain yang turut membantu melakukan pembinaan kepada warga di lapas.

JK optimistis, produk yang dihasilkan warga binaan pemasyarakatan mampu kompetitif karena kreatifitasnya. “Waktu saya kecil, keset kaki dari kelapa dikenal produksi dari lapas. Sekarang sudah berbagai produk yang dihasilkan dan bermanfaat. Ini menunjukkan adanya produktivitas yang berkualitas dan berkelas,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here