,

Presiden Resmikan Groundbreaking PLTU Lontar 4

Posted by

Tangerang, Petrominer — Presiden Joko Widodo meresmikan groundbreaking Proyek PLTU Lontar Unit 4 (1×315 MW) di Tangerang, Banten, Jum’at (10/8). Proyek bagian dari program listrik 35.000 MW ini merupakan pengembangan dari PLTU Lontar Unit 1,2 dan 3 dengan kapasitas total 3×315 MW dan dijadwalkan selesai tahun 2019.

Pengembangan proyek PLTU Lontar merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketengalistrikan. Pasokan listrik yang dihasilkan PLTU Lontar Unit 4 akan memperkuat tiga subsystem kelistrikan yakni, subsistem Balaraja, Kembangan, serta subsistem Muara Karang-Gandul.

Pembangunan PLTU Lontar Unit 4 ditandatangani 17 September 2015 dengan efektif kontrak 1 April 2016. Dibangun diatas tanah seluas 11 hekatar persegi, proyek ini menelan biaya US$ 225 juta, Y 18 milyar dan Rp 1,58 milyar. Untuk Proyek ini PLN mendapat kucuran dana dari JBIC, di mana pendanaan langsung ini diberikan kepada PT PLN (Persero) tanpa jaminan dari pemerintah, pola pendanaan ini baru pertama kali dilakukan dengan Jepang.

Pelaksana proyek ini dilakukan oleh pemenang tender yakni, Sumitomo Corporation, Black and Veatch International Company dengan menggandeng kontraktor local PT Suryamitra Surya Perkasa.

“Syukur Alhamdullilah seluruh kesiapan pembangunan telah kami selesaikan. Nantinya pasokan dari Lontar Unit 4 akan memperkuat sistem Jakarta-Banten dan akan masuk sub sistem Balaraja,” ujar Dirut PLN, Sofyan Basyir.

Sofyan menambahkan, Proyek PLTU Unit 4 ini merupakan satu rangkaian dari Program 35.000 MW yang saat ini tengah digarap oleh PLN bersama pengembang swasta dalam rangka meningkatkan rasio elektrifikasi sebagai salah satu perwujudan nawacita dari pemerintahan Joko widodo–Jusuf Kalla.

“Dengan adanya PLTU lontar extention 315 MW PLN menargetkan bisa menambah pelanggan baru hingga 206 ribu pelanggan dan dapat menyerap tenaga kerja lebih dari 3000 orang . Hal ini tentu dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup significant diarea lokasi proyek.”imbuh Sofyan.

Selain melakukan Groundbreaking PLTU lontar extention 1x 315 MW Presiden juga melakukan Groundbreaking dan peresmian proyek kelistrikan untuk memperkuat Sistem kelistrikan Jakarta – Banten.

Berikut proyek yang di-groundbreaking:
1. SUTET 500 kV Bojanegara-Suralaya.
2. SKTT 150 kV Muara Karang Baru Muara Karang Lama.
3. Uprating SUTT 150 kV Cibinong Gandaria.
4. GIS 150 kV Depok Baru II.

Adapun infrastruktur kelistrikan yang diresmikan adalah:
1. Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kV Balaraja Kapasitas 2×500 MVA.
2. Gardu Induk 150 kV Millenium Kapasitas Trafo 2×60 MVA.
3. Rekonduktor Saluran Udara TeganganTinggi (SUTT) 150 kV Cilegon Serangsepanjang 35,91 kms.
4. GIS 150 kV Bintaro II Kapasitas Trafo 2×60 MVA dan UGC 150 kV Bintaro Bintaro II sepanjang 4,68 kms.
5. GI 150 kV Pantai Indah Kapuk Kapasitas Trafo 1×60 MVA.
6. GIS 150 kV Gunung Sahari Kemayoran Kapasitas Trafo 2×60 MVA dan UGC 150 kV sepanjang 10 kms.
7. GI 150 kV Bayah Kapasitas Trafo 1×60 MV A untuk Penyambungan Konsumen Tegangan Tinggi (TT) Pabrik Semen PT. Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah, Kab. Lebak, Provinsi Banten.‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *