, ,

Presiden Joko Widodo Tinjau Blok Rokan

Posted by

Dumai, Petrominer Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Pertamina Hulu Rokan (PHR) pasca alih kelola blok Rokan pada 9 Agustus 2021 lalu. Presiden mengatakan keputusan alih kelola diambil karena keyakinan akan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat menyambangi blok migas di Riau tersebut, yang menjadi salah satu tulang punggung energi nasional. Dalam kunjungannya itu, Presiden meninjau langsung tangki timbun (tank farm) milik PHR serta melihat kinerja pekerja blok Rokan yang ada di Dumai.

“Sejak awal kenapa Rokan ini kita ambil alih dan tidak diperpanjang, kita ingin meyakinkan bahwa SDM kita ini mampu,” ungkap Presiden di sela-sela kunjungan di lokasi tangki timbun di Kompleks Pertamina, Kota Dumai, Kamis (5/1/2).

Menurutnya, sejak dialih kelola, produksi blok Rokan terus meningkat.

“Dan itu yang saya tanyakan ke Dirut Pertamina, produksinya naik atau turun? Ternyata naik. Dulu waktu dikelola Chevron turun sekarang sudah mulai naik dari 156-158 ribu barel per hari menjadi 166 ribu barel per hari. Tapi yang kita inginkan adalah sebuah peningkatan yang berlipat,” kata Presiden.

Presiden juga meninjau jaringan pipa transportasi minyak mentah yang ada di lokasi tersebut. Untuk di Dumai, jaringan pipa tersebut sepanjang 337 km. Selain itu, untuk unit operasi Hydrocarbon Transportation (HCT) Crude Oil Terminal Operation Center di Dumai memiliki 4 unit shipping pump, 8 unit electric booster pump, ruang kendali (control room) dan laboratorium serta rumah pompa.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati juga menjelaskan soal kondisi tangki timbun dan kinerja andal PHR. Di Kota Dumai, ada 16 tangki timbun dengan kapasitas penyimpanan sebanyak 5,1 juta barel. Sementara, total tangki timbun yang dimiliki PHR di blok Rokan mencapai 26 unit, dengan total kapasitas penyimpanan 5,8 juta barel.

Menurut Nicke, Pertamina memiliki misi untuk meningkatkan level produksi di PHR guna mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.

PHR yang di tahun 2022 berhasil melakukan pengeboran di 413 sumur akan ditantang untuk memenuhi target pengeboran yang lebih masif lagi di tahun 2023, yaitu sebanyak 600 sumur. Dalam upayanya menghasilkan minyak untuk kebutuhan nasional, PHR mampu meningkatkan produksi ke tingkat 160 ribu barel per hari, sementara kalau tidak melakukan pengeboran sumur baru, produksi bisa jatuh ke titik 105 ribu barel.

Bahkan di awal tahun ini PHR berhasil menemukan ladang sumur minyak baru yang diperkirakan mampu menghasilkan ribuan barel per harinya. Hal ini akan sangat mendukung pencapaian yang diharapkan oleh pemerintah yaitu 1 juta barel di tahun 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *