, , ,

Posisi SDM Pengelasan dalam Industri Kereta Api

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri perkeretaapian nasional agar semakin berdaya saing secara global. Salah satunya dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang pengelasan (welding).

“SDM merupakan salah satu modal dasar untuk mengembangkan industri nasional seperti dalam Bangun Industri Nasional,” kata Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Iklim Usaha dan Investasi, Andi Rizaldi, Rabu (9/3).

Andi menjelaskan, industri alat transportasi merupakan salah satu sektor industri yang mendapat prioritas pengembangan sesuai Rencana Induk Pembangunan Nasional (RIPIN) 2015-2035. Dalam industri perkeretaapian, program pengembangan diarahkan kepada percepatan pembangunan perkeretaapian, pengembangan jalur kereta api, pengembangan industri komponen pendukung perkeretaapian, pengembangan kereta api perkotaan dan kereta api berkecepatan tinggi.

“Megaproyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), misalnya, menjadi peluang bagi penyediaan tenaga las (welder) dari dalam negeri. Namun, perlu SDM yang kompeten dengan spesifikasi khusus sesuai kebutuhan, karena teknologi yang digunakan pada proyek itu terbilang modern,” tegasnya.

Andi mengungkapkan, Kemenperin bertekad menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam menciptakan SDM industri yang berkualitas. Kolaborasi ini diyakini dapat mengakselerasi sasaran sesuai dengan kebutuhan bersama.

“Oleh sebab itu, kami mengapresiasi Asosiasi Pengelasan Indonesia (API-IWS) yang turut berkontribusi mencetak SDM pengelasan yang kompeten untuk mendukung pengembangan industri perkeretaapian nasional,” paparnya.

Andi berharap, API-IWS dapat memberikan masukan terkait program pengembangan SDM pengelesan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin. Selain itu, API-IWS juga diharapkan bias berperan serta dalam pengembangan teknologi, riset dan inovasi, sertifikasi dan standardisasi dalam mendukung industri perkeretaapian nasional.

President API-IWS, Anjar Niryawan menyampaikan, selama 13 tahun asosiasinya telah memberikan sertifikasi kepada 9.933 welder dan 1.229 welding inspector melalui LSP Las. API-IWS sebagai Authorized Nominated Body (ANB) juga telah menghasilkan 1.195 diploma tingkat internasional sebagai welding inspector, welding engineer, dan welding practitioner.

Muhammad Moenir, selaku Governing Board API-IWS dan pimpinan lembaga pelatihan Kampuh Welding, mengatakan kemampuan SDM pengelasan (welder) di Indonesia sudah luar biasa. Contohnya, Kampuh Welding sudah meluluskan 769 welder bersertifikat BNSP maupun internasional.

Sementara akademisi dari ITB, Bambang Widyanto, mengemukakan bahwa teknologi pengelasan rel kereta api pada dasarnya bukan merupakan teknologi yang baru. Karena itulah, SDM pengelasan di Indonesia dinilai sudah memiliki kompetensi dalam melakukan perkerjaan tersebut.

“Dalam hal ini perlu didukung kebijakan, sarana dan prasarana serta program pengembangan kompetensi yang terpadu sehingga dapat berkontribusi lebih dalam pembangunan nasional,” ujar Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *