PLTP Tulehu Dongkrak Pemanfaatan EBT oleh PLN

0
702
Penekanan tombol sirene tanda dimulainya pembangunan PLTP Tulehu, Selasa (20/6).

Ambon, Petrominer — PT PLN (Persero) terus berupaya memaksimalkan penggunaan pembangkit listrik Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari pembangunan program 35.000 MW. Langkah terbarunya adalah pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Tulehu, yang groundbreaking pembangunannya dilakukan, Selasa (20/6).

PLTP berkapasitas 2×10 MW itu dibangun di Desa Suli dan Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. PLTP pertama di Maluku ini diharapkan dapat beroperasi secara komersial (Commercial Operation Date /COD) pada tahun 2019 mendatang.

Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Tulehu memiliki potensi sebesar 60 MW. Untuk awal proyek, PLN mengembangkan sebesar 2×10 MW.

PLTP yang dibangun di atas lahan seluas 1.920 Ha ini diharapkan akan memperkuat sistem kelistrikan di Pulau Ambon. Selama ini, system kelistrikan di pulau itu dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dengan daya mampu 61,9 MW dan beban puncak 54 MW.

Proyek pengeboran sumur PLTP Tulehu didanai oleh APLN dan JICA. Pelaksanaan pengeboran dilakukan oleh PT Halliburton Logging Services Indonesia dalam bentuk kontrak Full IPM (Integrated Project Management) dengan nilai kontrak US$ 31 juta. Jumlah sumur yang akan dibor berjumlah 4 (empat) sumur, terdiri dari 3 (tiga) sumur produksi dan 1 (satu) sumur injeksi.

Sementara kegiatan Enjiniring dan Supervisi Pengeboran dilakukan oleh Konsultan WestJec-Connusa Energindo.

Menurut Direktur Perencanaan Korporat PLN Nicke Widyawati, PLTP Tulehu berpotensi menarik investor baru untuk masuk ke Ambon. Dengan beroperasinya PLTP Tulehu diharapkan dapat meningkatkan 32,28% daya mampu sistem Ambon.

Hingga saat ini, jumlah pelanggan PLN di area Ambon berjumlah 162.017 pelanggan, dan sekitar 90 % dari total penggunaan listrik di Ambon berasal dari keperluan rumah tangga, jauh melampaui industri, bisnis dan sosial. Penambahan PLTP Tulehu ini diharapkan dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi di Ambon karena berpotensi menarik para investor.

PLN telah mendapatkan penugasan dari Pemerintah untuk mengembangkan 6 Wilayah Kerja Panasbumi. Tulehu merupakan Wilayah Kerja Panasbumi ke-3 yang dikembangkan oleh PLN. WKP pertama dan kedua adalah WKP Mataloko & WKP Ulumbu di Flores, Nusa Tenggara Timur, yang telah beroperasi sejak tahun 2010 lalu.

“Ini merupakan pembuktian bahwa PLN mampu mengembangkan potensi panas bumi dari hulu hingga hilir, untuk memberikan tarif listrik yang ekonomis,” ujar Niecke.

Tiga WKP lainnya adalah WKP Ciater di kabupaten Subang (Jawa Barat) dengan potensi 60 MW; WKP Atadei di kabupaten Lembata (Nusa Tenggara Timur) dengan potensi 10 MW; dan WKP Songa Wayaua di kabupaten Halmahera Selatan (Maluku Utara) dengan potensi 10 MW.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here