PLTMG Ambon Peaker dengan kapasitas 30 MW.

Ambon, Petrominer – PT PLN (Persero) menyatakan siap untuk terus mendukung investasi di Ambon. Salah satunya yakni dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Ambon Peaker berkapasitas 30 megawatt (MW).

“Pembangunan PLTMG Ambon Peaker juga sebagai langkah strategis PLN dalam memenuhi pertumbuhan demand kelistrikan di Pulau Ambon yang terus meningkat dengan rata-rata 9 persen setiap tahunnya”, ujar Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo di sela kunjungannya ke PLTMG Ambon, Jum’at (25/9).

Sejak diresmikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, pada 16 Juli 2020 lalu, PLTMG yang terletak di Desa Waai, Maluku Tengah, Maluku ini menopang hampir 50 persen beban kelistrikan yang ada di sistem kelistrikan Ambon.

Saat ini, sistem kelistrikan Ambon memiliki Daya Mampu sebesar 99,34 MW dengan Beban Puncak mencapai 53,1 MW. Dengan begitu, terdapat cadangan daya sebesar 46,24 MW.

Darmawan menjelaskan bahwa biaya investasi yang dikeluarkan dalam pembangunan PLTMG Ambon Peaker mencapai Rp 234.008.116.774. Pengoperasian PLTMG Ambon Peaker sendiri telah menggunakan bahan bakar B30 sesuai dengan arahan dari Pemerintah.

“Dengan menggunakan B30, maka bahan bakar yang digunakan pada PLTMG Ambon Peaker sudah menggunakan energi yang ramah lingkungan. Tentunya pemanfaatan B30 juga menurunkan emisi dan memberikan peningkatan performa daya mesin dengan daya serap FAME yang tinggi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan ucapan terimakasih dari PLN kepada seluruh stakeholder yang sudah membantu kelancaran pembangunan infrastruktur kelistrikan ini, baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

“Semoga dengan beroperasinya PLTMG Ambon Peaker ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan geliat investasi di Ambon,” tegas Darmawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here