Ester (42), salah seorang warga Desa Nanga Kelampai Kecamatan Tumbang Titi.

Ketapang, Petrominer – Senyum Ester (42) salah seorang warga Desa Nanga Kelampai Kecamatan Tumbang Titi terlihat sumringah. Dia terlihat di antara para tamu dalam acara peresmian pengoperasian listrik di desanya, Selasa lalu (30/4).

Desa Nanga Kelampai merupakan satu dari 6 desa yang dilakukan penyalaan listriknya oleh PT PLN (Persero). Desa lainnya adalah Menyumbung, Benua Krio, Air Durian Jaya, Mekar Sari, dan Jungkal.

Wanita paruh baya yang sehari-harinya membuka toko kelontong di depan rumahnya ini mengaku sangat bersyukur, karena PLN telah mewujudkan impian warga desa untuk dapat menikmati listrik.

“Selama ini kami mengandalkan mesin genset untuk lampu penerangan di rumah, itupun hanya bisa menyala antara 3 hingga 4 jam di malam hari,” ujar Ester.

Dia pun bercerita bahwa setiap hari harus mengeluarkan uang sebesar 30 ribu untuk membeli bahan bakar agar mesin genset dapat dioperasikan, belum lagi biaya perbaikan jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan. Pengeluaran 1 juta setiap bulan untuk menghidupkan genset buat warga desa seperti Ester sungguh sangat memberatkan.

Ester juga mengeluhkan suara genset yang sangat bising. Padahal, suara tersebut harus didengar selama puluhan tahun saat malam tiba.

Ketiadaan listrik menurutnya juga menghambat segala aktifitas warga. Jika malam tiba nyaris seluruh aktifitas jadi terhambat. Masuknya listrik PLN tentunya akan membuat segalanya jadi lebih mudah. Seluruh aktifitas dapat kami lakukan kapan saja tanpa hambatan.

“Kini kami bisa menikmati listrik kapanpun. Anak-anak bisa belajar dengan tenang. Pastinya peluang usaha pun akan terbuka. Rencananya saya mau membuka usaha pembuatan es batu dan suami ingin membuka usaha bengkel motor,” ujar Ester.

Dia juga berharap agar PLN meningkatkan upaya pembangunan jaringan listrik ke desa-desa agar semakin banyak warga desa yang akan menikmati listrik dari PLN.

Penduduk Desa Nanga Kelampai sendiri rata-rata bekerja di kebun sawit dan karet. Butuh waktu 4 jam perjalanan dari Kota Ketapang menuju Desa Nanga Kelampai dengan kondisi jalan yang sangat memperihatinkan. Keberadaan listrik yang kini dapat dinikmati warga pastinya akan merubah kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here