Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus melakukan upaya peningkatan mutu pengelolaan aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lindung Lingkungan (K3LL). Dengan target Zero Accident di tahun 2023, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini pun berupaya menjadikan Kesehatan, Keselamatan, Keamanan (K3) sebagai budaya di lingkungan kerja.

Menurut EVP K3LL PLN, Antonius RT Artono, pengelolaan aspek K3LL ini tidak boleh dipandang sebelah mata. Mis-manajemen dalam elemennya dapat berdampak terganggunya operasional, dan bahkan lebih serius lagi, perusahaan harus ditutup jika dampak yang ditimbulkannya sangat masif.

Tidak hanya itu, suatu insiden K3 yang masif juga dapat membuat organisasi perusahaan bangkrut, lantaran harus menjual asetnya untuk membayar ganti rugi yang ditetapkan pengadilan. Skenario terburuk itu sangat mungkin terjadi, jika aspek K3 tidak menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kami menyadari vitalnya aspek K3, karena bagi kami, karyawan dan dukungan masyarakat sekitar area operasional menjadi aset terpenting perusahaan. Jadi kami selalu berupaya meningkatkan pengelolaan K3 agar aspek K3LL terus terjaga,” ujar Anton dalam perbincangan dengan Petrominer, Senin (22/7).

Menurutnya, penyebab kecelakaan kerja umumnya disebabkan oleh dua aspek, yakni unsafe action dan unsafe condition. Penyebab pertama umumnya karena pengabaian terhadap peralatan dan prosedur keselamatan dalam bekerja. Misalnya, pekerja lalai dalam memakai alat perlindungan diri (APD) seperti helm, rompi, sepatu bot, sarung tangan, dan sebagainya.

Sementara aspek kedua karena lingkungan kerja yang tidak aman, seperti jalan licin, jalan berlubang, ataupun infrastruktur kerja yang kurang lengkap.

“Kecelakaan kerja biasanya merupakan buah dari pengabaian terhadap puluhan kali insiden near miss (hampir celaka). Karena itulah, para Pekerja arus aware terhadap kejadian-kejadian penyebabnya kalau ada hampir celaka,” tegas Anton.

Zero Accident

EVP K3LL PLN, Antonius RT Artono.

Dia menjelakan, PLN telah menyusun Road Map K3 dengan target Zero Accident di tahun 2023. Salah satu langkah dalam Road Map 2023 adalah membentuk organisasi K3 di unit-unit induk PLN tahun 2013. Penyempurnaann pun dilakukan pada tahun 2017, dengan pembentukan Manajer Pejabat K3, Pemangku Kepentingan K3 atau Pelaksana K3.

“Sebenarnya aspek keselamatan kerja itu hanya memerlukan pengawasan. Pengawasan yang paling murah dan paling efisien itu sebenarnya kepada diri setiap pekerja masing-masing. Sehingga tugas keselamatan kerja itu seharusnya bukan tugas orang K3 semata, melainkan tanggung jawab seluruh pekerja,” urai Anton.

Demi memperkuat pengawasan K3 lantas dibentuklah Budaya K3 di tubuh PLN. Terdapat jalinan hubungan antara budaya perusahaan dengan budaya K3. Budaya korporat sendiri merupakan elemen strategik, yang bersifat besar dan menyeluruh. Sementara budaya K3 adalah subkultur dari budaya korporat yang spesifik mencakup urusan keselamatan kerja.

“Karena itu kami membangun budaya K3 di PLN dengan tiga values, yakni Peduli, Taat, Tanggap. Untuk melaksanakannya, saya mengumpulkan seluruh stakeholders K3 dari seluruh Indonesia di kantor pusat PLN,” jelasnya.

Adapun indikator keberhasilan dari budaya K3 itu terdiri atas lagging indicator dari empat aspek, yakni Loss of Life, Loss of Production, Loss of Productivity, dan Loss of Asset.

Jika ada karyawan yang meninggal (Loss of Life), maka sebetulnya perusahaan kehilangan produktivitas, sehingga bisa dihitung berapa turunnya produktivitas akibat peristiwa tersebut. Kemudian Loss of Production, bisa saja kecelakaan kerja mengakibatkan produksinya berhenti atau bahkan asetnya rusak.

“Tahun ini, lagging indicator keempat aspek ini mulai kita ukur di PLN,” papar Anton.

Keempat indikator itu lantas dibuat indikator kinerja utama atau key performance indicators (KPI). Dengan demikian pengelolaan K3 di PLN terus dilakukan dengan cara bersinergi antar unit, mengukur pencapaian KPI lagging indicators, dan memperkuat budaya K3 di lingkungan PLN dan juga kontraktornya.

Menerapkan berbagai upaya tersebut memang tak mudah. Terlebih PLN merupakan ‘kapal induk’ dengan jenis dan area operasi yang sangat luas, baik dari aspek jenis bisnis, area pembangkitan transmisi, distribusi dan juga pembangkitan.

Meski begitu, Anton yakin dengan upaya bersama dan keinginan untuk menjadikan organisasi yang lebih baik. Dengan begitu, terwujudnya zero accident di PLN pada tahun 2023 dapat tercapai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here