General Manager PLN Disjaya, Syamsul Huda, meresmikan ruang wartawan di kantor PLN Disjaya, Kamis sore (30/6).

Jakarta, Petrominer — PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menegaskan tidak melakukan pemadaman listrik selama bulan Ramadhan hingga Syawal nanti. PLN akan tetap menjaga kehandalan pasokan listrik‎ agar umat lslam dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan baik dan tenang.

“PLN Disjaya tetap menjaga kontinuitas pasokan daya listrik di wilayah Jakarta secara optimal. Terutama penyediaan listrik saat Ramadhan hingga ldul Fitri 1437 Hijriyah mendatang,” kata General Manager PLN Disjaya, Syamsul Huda, usai meresmikan ruang wartawan di kantor PLN Disjaya, Kamis sore (30/6).

Syamsul menegaskan, khusus sejak H-3 sampai dengan H+3, PLN Disjaya juga tidak merencanakan pekerjaan pembangunan jaringan, rehabilitasi, dan pemeliharaan jaringan yang mengakibatkan pemadaman tenaga listrik.

Selain itu, pengendalian dan monitoring jaringan listrik juga dilakukan secara real time dengan menggunakan peralatan Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), yang merupakan pusat kontrol jaringan distribusi untuk memastikan kelangsungan pasokan listrik ke pelanggan.

Menurut Saymsul, pemadaman listrik bisa saja terjadi dalam keadaan yang tidak terencana, seperti bila teriadi gangguan pada sistem jaringan tenaga listrik, atau kejadian yang tidak terprediksi sebelumnya seperti bencana alam.

Mengantisipasi percepatan pemulihan terhadap kemungkinan terjadinya gangguan jaringan, PLN Disiaya melakukan siaga penuh pada setiap Posko Pelayanan Teknik di 16 Kantor Area PLN selama 24 jam sehari 7 hari seminggu. Posko-posko tersebut dapat dihubungi melalui Contact Center PLN 123 melalui telepon (021) 123.

Kelistrikan Jakarta terbagi dalam 8 subsistem, diperkuat dengan 55 buah gardu induk, 1.649 penyulang dan 13.043 gardu distribusi, serta mampu melayani 3,9 juta pelanggan.

“Petugas kami tetap siap melayani dan melaksanakan tugas pada momen ldul Fitri ini dengan diberlakukannya piket siaga dan penguatan khusus meskipun keluarga menunggu di kampung halaman. Piket siaga dan penguatan khusus yang dilakukan petugas kami mulai dilaksanakan tanggal 1 Juli 2016 sampai dengan 10 Juli 2016,” tutup Syamsul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here