Jakarta, Petromner – Anggota Komisi VI DPR RI, Sartono Hutomo, menyerukan kepada PT PLN (Persero) untuk tetap konsisten melakukan pengecekan berkala terhadap berbagai fasilitas dan jaringan kelistrikannya. Dengan demikian, kejadian pemadaman total (blackout) kemarin bisa dihindari.
“Minimal PLN harus mengadakan cek rutin,” ujar Sartono, Rabu (21/).
Anggota DPR dari Fraksi Demokrat ini mengaku pihaknya tetap memberikan dukungan atas upaya keras PLN dalam memulihkan jaringannya kembali. “Jadi yang jelas, kami sangat support kerja keras PLN. Kami juga akan memberikan dukungan yang sesuai kebutuhan PLN,” tutur anggota yang Komisi VI yang membidangi Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM & BUMN dan Standardisasi Nasional.
Di masa sidang berikutnya, menurut Sartono, Komisi VI akan memanggil PLN untuk mengetahui apa saja permasalahan PLN dan mengapa bisa terjadi blackout.
“Dan kalau memang ada permasalahan yang perlu penguatan dan dukungan dari parlemen, kami dari DPR RI dan Komisi VI akan memberikan support supaya hal-hal seperti itu tidak terjadi lagi,” jelasnya.
Dengan dukungan tersebut, Sartono berharap ke depannya tidak akan terulang kembali berbagai permasalahan yang terjadi saat ini. Sehingga, Komisi VI dan PLN bisa fokus menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di lapangan.
“Kita akan adakan evaluasi total. Karena PLN ini sangat strategis. Jadi kita harus memahami bagaimana peristiwa kemarin terjadi dan bagaimana agar berhenti semua persoalannya,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, menyatakan PLN patut diberi apresiasi atas gerak cepatnya mengatasi kejadian blackout pada 4 Agustus 2019 lalu.
Menurut Mamit, kecepatan kinerja PLN dalam memulihkan kondisi darurat tersebut sudah cukup maksimal. Selain bergerak cepat memulihkan pemadaman, PLN pun segera memastikan pemberian kompensasi kepada pelanggannya yang terdampak blackout.
“Saya kira ini salah satu bentuk tanggung jawab PLN untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” tegasnya.
Tanpa adanya kenaikan tarif listrik sejak tahun 2017 pun, Mamit menilai PLN telah melakukan peningkatan layanan yang baik. Ini berkat upaya efisiensi yang diterapkan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut.
“Sejak tahun 2017 tidak ada kenaikan tarif listrik. Jadi mereka melakukan efisiensi semaksimal mungkin sehingga PLN tidak terlalu banyak mengalami kerugian. Dengan begitu kita tahu bahwa PLN sudah melakukan peningkatan layanan tanpa adanya kenaikan tarif,” ujarnya.
Karena itu, menurut Mamit, langkah terbaik yang harus didorong sekarang adalah wacana peningkatan mutu pelayanan PLN yang lebih baik lagi kepada masyarakat.








Tinggalkan Balasan