Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus membuka keran investasi yang berkelanjutan dengan berbagai mitra strategis. Ini dilakukan dalam upaya memperkuat langkah strategisnya dalam mempercepat transisi energi bersih.
Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, mengatakan transisi energi membutuhkan dukungan semua pihak dan memerlukan skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan. Kolaborasi strategis dengan berbagai pihak memungkinkan PLN untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi dalam pengelolaan portofolio investasi menuju ekonomi rendah karbon.
“Salah satunya diwujudkan melalui kerja sama dengan Uni Eropa, KfW Development Bank, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI untuk proyek pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT) pumped storage hydropower berskala besar di Sumatera Utara dan Jawa Timur,” ujar Sinthya, Senin (17/11).
Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Uni Eropa dan KfW memberikan bantuan teknis berupa penyusunan dokumen feasibility study untuk proyek Indonesia Sumatra Pumped Storage di Simalungun, Sumatra Utara, dan Indonesia Grindulu Pumped Storage di Pacitan, Jawa Timur. Total dukungan pendanaan persiapan proyek ini mencapai sekitar EUR 6 juta.
Selain itu, PLN, SMI, dan KfW telah menandatangani Head of Agreement terkait bantuan teknis untuk pengembangan kedua proyek tersebut. Hal ini menandai penguatan komitmen bersama dalam percepatan pembangunan infrastruktur EBT.
“Kedua proyek ini akan berperan penting dalam memperkuat keandalan sistem ketenagalistrikan nasional sekaligus meningkatkan kapasitas energi terbarukan dalam jaringan PLN sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034,” ungkapnya.
Sementara itu, Executive Vice President Keuangan Korporat PLN, Maya Rani Puspita, menyampaikan apresiasi atas dukungan pembiayaan dan kerja sama teknis dari Uni Eropa, KfW, dan SMI. Proyek pumped storage ini akan memperkuat fleksibilitas sistem kelistrikan nasional sekaligus mendukung integrasi energi terbarukan dalam skala besar.
Proyek Indonesia Sumatra Pumped Storage akan memanfaatkan Danau Toba sebagai waduk bawah dan membangun waduk atas dengan sistem bendungan cincin (ring dam). Investasi proyek ini mencapai US$ 582 juta.
Sementara proyek Indonesia Grindulu Pumped Storage akan memiliki empat unit berkapasitas total 1.000 MW dengan estimasi investasi US$ 1,08–1,3 miliar.
“Kedua proyek ini menjadi bagian dari paket pembiayaan Team Europe senilai EUR 3,4 miliar yang difokuskan untuk mendukung program transisi energi Indonesia,” ujar Maya.








Tinggalkan Balasan