,

PLN Dukung Jakarta Bebas Sampah 2020

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) mendukung program Bank Sampah yang sedang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), PLN Disjaya memberi bantuan sarana dan upaya sosialisasi bank sampah untuk menuju Jakarta Bebas Sampah 2020.

“PLN mendukung gerakan clean up menuju Jakarta Bebas Sampah 2020. Semoga menabung Bank Sampah bisa menjadi pola hidup masyarakat Jakarta,” ujar Manajer Komunikasi, Hukum, dan Administrasi PLN Distribusi Jakarta Raya, Aries Dwianto, Rabu (18/10).

Secara simbolis, PLN Disjaya telah memberikan bantuan kepada Bank Sampah Anyelir senilai Rp 112.599.260 di Kelurahan Kramatjati, Jakarta Timur. Bantuan itu diserahkan oleh Aries Dwianto kepada ketua Bank Sampah Anyelir, Hartati. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun sarana bank sampah dan juga sosialisasi program tersebut.

Jakarta Bebas Sampah 2020 telah dicanangkan Pemprov DKI Jakarta sebagai penyemangat perubahan pola pikir dan pola hidup masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Jakarta dengan sifat penduduk yang heterogen dan acuh menyebabkan timbulnya beberapa masalah baik dari sisi ekonomi, sosial maupun lingkungan. Salah satunya yaitu masalah sampah. Dalam sehari kurang lebih 7.500 ton sampah dihasilkan dari aktivitas penduduknya.

Data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta menyebutkan bahwa prosentase sampah Jakarta terdiri dari 59 persen sampah organik, 15 persen kertas, 14 persen plastik, dan 17 persen lainnya. Dari jumlah sampah tersebut, 79 persen diangkut dan diolah ke PTSP Bantargebang. Sisanya sebanyak 21 persen tidak terangkut.

“Lalu bagaimana pengelolaannya? Hal inilah yang masih menjadi pekerjaan rumah Pemprov bersama warga DKI Jakarta untuk penyelesaiannya,” jelas Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat dan Penataan Hukum Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Timur, Syarifudin.

Menurut Syarifudin, sampah bisa jadi ancaman dan juga menjadi berkah jika bisa mengelolanya. Dia memberi contoh, Bank Sampah bisa membeli sampah plastik bersih seharga Rp 5.000, kardus Rp 1.500, kertas putih Rp 1.500, aluminium Rp 8.000, dan masih banyak jenis sampah yang bisa ditabung di bank sampah.

“Dengan adanya stimulus mengubah sampah jadi rupiah, harapannya masyarakat bisa memilah sampahnya dan menabung di bank sampah sehingga mimpi Jakarta Bebas Sampah 2020 bisa terwujud,” ujar Aries Dwianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *