Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan 135 pelanggan. Kesepakatan pembelian listrik dengan total daya 338.000.000 VA tersebut dilakukan, Kamis (22/02).

Selain perjanjian jual beli pasokan tenaga listrik, PLN Disjaya juga menggandeng lima strategic partners untuk bekerjasama, yang juga dituangkan dalam MoU. Kelima strategic partners tersebut adalah Bank Bukopin, PT PJB Services, Asuransi Tugu Kresna Pratama, PT Indonesia Commnet Plus dan Bank BRI.

General Manager PLN Disjaya, M. Ikhsan Asaad, menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan kelima instansi itu untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam hal layanan kelistrikan, khususnya dari segi keandalan pasokan listrik, dan keamanan lingkungan. Kolaborasi itu juga menghadirkan program Flexybill atau layanan pembayaran tagihan pemakaian listrik dengan menghadirkan bank sebagai penjamin.

“Kolaborasi ini juga tentunya memberi benefit bagi kedua belah pihak,” tegas Ikhsan.

Dalam kesempatan itu, PLN Disjaya memperkenalkan layanan Total Electricty Solution, yaitu persembahan PLN untuk mewujudkan Jakarta Kian Benderang dan sebagai solusi atas semua layanan kelistrikan untuk mendukung para pelaku usaha, mulai dari pasokan listrik yang handal sampai dengan pemeliharaan backup power milik pelanggan sehingga dapat beroperasi dengan efisien. Dalam layanan ini, PLN Disjaya berkolaborasi dengan anak perusahaan PLN untuk mempersembahkan layanan internet dengan keandalan tinggi serta backup power yang diperuntukkan bagi pelanggan Layanan Prioritas yang disebut dengan pelanggan premium.

“PLN bekerjasama dengan Icon+ dan PJB Services untuk memberikan fasilitas internet gratis yang handal serta layanan captive power. Ini adalah wujud benefit yang akan didapatkan oleh pelanggan premium dan merupakan wujud totalitas pelayanan PLN,” ungkap Ikhsan.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Barat, Haryanto WS, yang membuka acara berjudul “338.000.000 VA Power Connection Agreement & MoU Signing Ceremony” tersebut, turut menyampaikan paparan mengenai perkembangan kelistrikan.

“Kondisi kelistrikan dan pasokan daya di seluruh wilayah di Indonesia kini tidak ada yang mengalami defisit. Mulai dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia, khususnya pulau Jawa sudah tercukupi pasokan daya listriknya, artinya di tahun 2018 ini tidak akan ada wilayah yang mengalami defisit listrik,” papar Haryanto.

Melihat perkembangan dari sisi hulu yang sangat pesat, untuk itu, sebagai salah satu unit distribusi, PLN Disjaya perlu terus berupaya mengimbangi perkembangan dari sisi hilir dengan mendorong pengembangan pasar dan mewujudkan Jakarta Kian Benderang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here