Nusa Dua, Bali, Petrominer – Acara Bali Democracy Forum (BDF) ke-13 telah berakhir Kamis lalu (10/12). Kesuksesan acara ini, yang digelar di Kawasan Nusa Dua dengan tema “Democracy and Covid-19 Pandemic”, tidak lepas dari suplai listrik yang andal dari PLN.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali, Adi Priyanto, menjelaskan bahwa sejak awal PLN telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara untuk memastikan kesiapan keandalan listrik guna mendukung kelancaran gelaran internasional tersebut.
“Gelaran internasional seperti ini tentu menjadi wajah Indonesia di mata internasional. Oleh karena itu kita siapkan khusus listriknya. Kita sudah memiliki SOP dan itu kita jalankan,” ujar Adi, Sabtu (12/12).
Acara tahun ini digelar secara berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu secara hybrid dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Dengan adanya kebutuhan acara virtual, listrik pun menjadi sangat penting.
Selain pasokan listrik yang andal, PLN juga menyiagakan pasukan Pemeliharaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) selama pelaksanaan gelaran acara tersebut. Ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan pasokan listrik.
Saat ini, menurut Adi, sistem kelistrikan Bali ditopang dengan daya mampu sebesar 1.243,3 Megawatt (MW) dengan beban puncak sebesar 731,3 MW, sehingga terdapat cadangan daya sekitar 512 MW atau sebesar 41 persen. Dengan cadangan daya tersebut, PLN optimis siap mendukung berbagai gelaran internasional yang akan dilaksanakan, khususnya di Bali.









Tinggalkan Balasan