, , ,

PLN Berkolaborasi dengan IKM Ciptakan E-Boat

Posted by

Mataram, Petrominer – Tren penggunaan kendaraan listrik memang terus meningkat. Jika di darat ada sepeda motor dan mobil listrik, kini kendaraan listrik mulai merambah ke laut. Semua ini dalam rangka mendukung upaya Pemerintah menciptakan ekosistem kendaraan listrik.

Berkolaborasi dengan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN Peduli menciptakan perahu listrik (Electric Boat/E-Boat). Ini merupakan bagian dari strategi TJSL Creating Share Value (CSV) yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai baik bagi masyarakat maupun bagi perusahaan.

“Ini merupakan satu lompatan besar di NTB untuk teknologi kendaraan listrik. Setelah sebelumnya berkolaborasi untuk sepeda listrik Matric, PLN kembali meluncurkan E-Boat,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran, Rabu (29/12).

Lasiran mengungkapkan, pembuatan E-Boat merupakan salah satu bentuk komitmen PLN terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik, salah satunya electrifying marine. Melalui program TJSL, PLN memberikan bantuan sekitar Rp 500 juta untuk membangun E-Boat dengan menggandeng IKM di bawah binaan Dinas Perindustrian Provinsi NTB.

Tak hanya kendaraannya, PLN juga telah mempersiapkan infrastruktur yang diperlukan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik. Sejumlah titik Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah dibangun tersebar di beberapa lokasi, sehingga memudahkan pemilik kendaraan listrik mengisi energi baterai kendaraanya.

Dia menyampaikan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan dari Pemerintah Provinsi NTB, sehingga PLN dapat berkontribusi secara penuh terhadap pengembangan kendaraan listrik di NTB. Ke depan, sinergi tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk memunculkan ide-ide dan inovasi yang lainnya.

Pemprov NTB juga menyampaikan apresiasi kepada PLN atas pelaksanaan program TJSL PLN berupa penerapan green teknologi yang melibatkan IKM di NTB.

“Ini peluang bagus PLN menangkap industrialisasi. Bagian langkah kecil yang apabila dikawal akan memberikan dampak yang besar bagi NTB di masa depan,“ ujar Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi.

Sementara M. Kamil, selaku IKM yang membuat Electric Boat, menjelaskan bahwa E-Boat yang diproduksi tersebut dilengkapi dengan tiga fitur, yaitu smart wireless key, auto balancing/self balancing dan juga black box. Proses pengisian energi juga dapat menggunakan listrik 1 phasa dan 3 phasa dengan daya minimal 7.700 VA.

“Penggunaan listrik jadi lebih murah. Dengan perahu listrik ini, efisiensinya 5x lebih hemat dibandingkan menggunakan minyak,” jelas Kamil.

Baterai yang dipakai berjumlah 10 box dengan masing masing box memiliki 15 cell. Rangkaian baterai total berkapasitas 96 Volt 500 AH yang dapat digunakan sekitar 2 jam di laut. Proses pengisian daya juga memerlukan waktu 2 jam dengan mekanisme fast charging.

Teknologi E-Boat ini tentunya masih perlu pengembangan untuk dapat diproduksi secara massal. Namun, dengan dukungan seluruh pihak, maka bukan tak mungkin NTB akan leading dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Tak hanya meluncurkan E-Boat, PLN juga menandatangani Perjanjian Kerja Sama antara Disperin Provinsi NTB dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa, PLN UP3 Bima terkait dengan pengembangan dan implementasi teknologi perahu listrik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *