Para petugas PLN bekerja tanpa henti memperbaiki jaringan listrik yang terputus dan inventaris kerusakan guna percepat penyaluran kelistrikan ke rumah warga.

Kupang, Petrominer – PLN terus bergerak cepat melakukan pemulihan kelistrikan terdampak badai siklon tropis Seroja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Senin (5/4) pukul 24.00 WITA, sebanyak 359 gardu listrik yang sebelumnya terdampak badai telah berhasil dipulihkan. Lebih dari 47 ribu pelanggan pun telah dapat menikmati listrik kembali.

“Dalam pemulihan kelistrikan, keamanan dan keselamatan warga menjadi prioritas kami. Untuk itu, dalam penanganannya, kami pastikan terlebih dahulu dengan mengedepankan aspek tersebut. PLN sedang bekerja tanpa henti memperbaiki jaringan listrik yang terputus dan inventaris kerusakan guna percepat penyaluran kelistrikan ke rumah warga” tutur General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTT, Agustinus Jatmiko, Selasa (6/4).

Sebelumnya, akibat badai siklon tropis Seroja, sebanyak 2.410 gardu padam. Gardu tersebut tersebar di Kupang, Flores Bagian Barat, Flores Bagian Timur, dan Sumba padam. Kondisi wilayah yang porak poranda akibat terjangan badai menyebabkan kerusakan cukup berat pada infrastruktur kelistrikan, sehingga menyebabkan proses penormalan listrik membutuhkan waktu.

“Saat ini, penormalan di jalur utama dari pembangkit listrik menjadi prioritas kami. Tercatat yang sudah menyala yakni di daerah BTN Kolhua, Oebufu sebagian, Oepoi, Sebagian Cak Doko, Telkom Kandaptrapton dan Telkom Public Service dan selebihnya akan bertahap menyala sesudah pembersihan pohon tumbang dan perbaikan,” ungkap Jatmiko

Dalam melakukan pemulihan, PLN selalu mengutamakan keselamatan pelanggan. PLN memastikan akan segera melakukan pemulihan aliran listrik ketika banjir telah surut atau kondisi jaringan telah dipastikan aman. Sementara untuk daerah yang masih terdapat genangan banjir, demi keselamatan warga, PLN belum dapat menyalakan aliran listrik.

PLN mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap bahaya kelistrikan ketika musim hujan dan terjadi banjir. Apabila air mulai masuk ke rumah, warga secara mandiri dapat mematikan listrik dari Mini Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter. Selanjutnya warga bisa menghubungi PLN melalui aplikasi PLN Mobile.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here