Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE).

Jakarta, Petrominer – Sebanyak 292 mahasiswa ikut tes tertulis untuk lolos menjadi peserta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Gerakan Inisitif Listrik Tenaga Surya (Gerilya). Selanjutnya, hanya 100 orang yang berhak mengikuti proses wawancara untuk dipilih menjadi 50 peserta program tersebut.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, menyampaikan bahwa 50 peserta yang terpilih tersebut akan diumumkan besok, Rabu (25/8). Program MBKM Gerilya ini mampu menarik minat para mahasiswa S-1 dan D-4 dari berbagai kampus di Indonesia, di mana 634 orang mendaftar dalam waktu seminggu sejak 13 Agustus 2021 lalu.

“Program MBKM Gerilya ditujukan khusus kepada mahasiswa aktif jenjang sarjana (S-1) dan vokasi eksakta guna membantu mengoptimalkan penggunaaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di masyarakat dan mencapai target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) 23 persen di tahun 2025,” ujar Agung, Senin (23/8).

Dalam pelaksanaan tes tertulis, jelasnya, Kementerian ESDM menggunakan Learning Management System (LMS) E-Learning For Training & Certification (E-LINS) yang dikembangkan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE). Inovasi ini merupakan bagian dari upaya Kementerian ESDM untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi informasi dalam menjalankan tugas dan fungsi di sektor energi dan mineral.

“Platform digital E-LINS ini sangat membantu memudahkan penyeleksian peserta Gerilya. Keberadaan paltform ini bukti adaptasi terhadap teknologi di lingkungan Kementerian ESDM,” ungkap Agung.

Platform digital E-LINS digunakan sebagai proses Seleksi Kompetensi Dasar melalui tes  tertulis. Otomatisasi berbasis artificial intelligence (AI) telah mempersingkat waktu penyeleksian dengan kualifikasi akademik yang sudah ditentukan. Dengan begitu, para peserta tak perlu lagi repot datang langsung ke lokasi untuk mengikuti tes.

“Dan yang paling menguntungkan adalah paperless,” tegasnya.

Saat ini, E-LINS sudah sering digunakan dalam pelatihan dan sertifikasi di sektor Ketenagalistrikan dan EBTKE. Beberapa diantaranya adalah pelatihan teknis kiat-kiat penghematan energi bangunan gedung, pelatihan teknis desain pembangkit berbasis ORC pada panas bumi, pelatihan teknis manajer energi di industri, hingga diklat teknis teknologi pembangkitan energi listrik berbasis energi terbarukan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here