PLTU Gresik.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus mendorong pemanfaatan bahar bakar pengganti dan campuran batubara (co-firing) untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Sebanyak 32 PLTU milik PLN telah menerapkan co-firing dengan beragam bahan campuran, sementara 15 PLTU lainnya masih dalam tahap uji coba.

Terbaru, PLN melalui PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) menggandeng IHI Corporation dalam penelitian, pengembangan hidrogen dan amonia untuk co-firing PLTU. Sebuah Nota Kesepahaman (MoU) ini dilakukan oleh Executive Officer President of Global Marketing & Sales Headquarter IHI Corporation, Kiyoshi Nihei, dan Direktur Pengembangan dan Niaga PJB, Iwan Purwana, Kamis (1/9).

“Kami selalu mendorong penggunaan co-firing di PLTU kami. Saat ini, PLN telah berhasil mengimplementasikan co-firing di 32 PLTU dan 15 PLTU yang dalam tahap uji coba. Kerja sama dengan IHI memperkuat komiten PLN dalam mengedepankan energi bersih terutama penggunaan amonia untuk mendukung pencapaian carbon neutral di tahun 2060,” kata Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

PJB bersama IHI Corporation memiliki kesamaan dalam akselerasi dekarbonisasi yang menggunakan teknologi alternatif seperti co-firing dan mono-firing. IHI adalah perusahaan yang bergerak dalam bisnis penyediaan solusi pengurangan karbon untuk mencapai efisiensi yang lebih tinggi dan pengoperasian pembangkit listrik.

Sementara itu, Direktur Pengembangan dan Niaga PT PJB, Iwan Purwana, menjelaskan bahwa penggunaan amonia sebagai bahan bakar dapat mendorong tercapainya energi yang lebih hijau. Pasalnya, amonia NH3 tidak mengandung unsur karbon sehingga tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca.

Di tengah industri ketenagalistrikan yang semakin dinamis, penggunaan co-firing dengan amonia ini menjadi salah satu pilar dalam transformasi di tubuh PLN di mana PJB berperan penting dalam pengembangan co-firing di PLTU yang dikelolanya. Melalui kerja sama ini, PJB berharap akan mempercepat proses transisi energi demi Indonesia yang lebih hijau.

IHI Corporation sendiri telah berhasil mengembangkan ammonia co-firing sebesar 20 persen dan melihat potensi penerapan teknologi yang sama pada PLTU yang dikelola oleh PJB. Melalui diskusi tingkat lanjut, PJB dan IHI sepakat akan melaksanakan uji coba penggunaan amonia co-firing dan mono-firing pada PLTU Gresik Unit 1-2 yang berkapasitas 2×100 MW dan menjadikannya sebagai proyek percontohan.

Executive Officer President of Global Marketing & Sales Headquarter IHI Corporation, Kiyoshi Nihei berharap kerja sama yang terbentuk dapat memberikan penguatan dalam penggunaan co-firing.

“Kami melihat kompetensi dan kualitas PJB dalam mengelola unit pembangkitnya. Kami menilai PJB dapat menjadi representatif Indonesia dalam mendorong dekarbonisasi dan mewujudkan lingkungan yang lebih hijau melalui penerapan inovasi co-firing yang telah masif dilakukan,” ucap Kiyoshi.

Kerja sama PJB dan IHI dalam uji coba amonia ini sekaligus sebagai upaya dalam mendukung penyelenggaraan G20. Nantinya, PLN dan Indonesia akan diakui di seluruh dunia sebagai negara yang mengedepankan isu lingkungan dalam pengembangan produksi energi berbasis lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here