
Pekanbaru, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) menambah produksi minyak sebesar 1.528 barel minyak per hari (BOPD) dari Lapangan Reco, Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau. Tambahan produksi tersebut berasal dari Sumur RECO#4 yang sebelumnya merupakan lapangan berstatus idle dan kini kembali dikembangkan berdasarkan kajian terbaru.
Berdasarkan hasil pengujian awal, Sumur RECO#4 menghasilkan 1.528 BOPD dengan water cut 0%. Sumur tersebut dibor sebagai sumur infill untuk mengoptimalkan potensi reservoir yang masih dapat diproduksikan.
General Manager Zona Rokan PHR, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil integrasi kajian bawah permukaan (subsurface), perencanaan pengeboran, penerapan teknologi, dan pelaksanaan operasi di lapangan. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya PHR mengoptimalkan aset yang telah tersedia.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa optimalisasi aset yang telah ada dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi. PHR akan terus mendorong penerapan teknologi, inovasi, serta penguatan kerja sama seluruh tim untuk mengembangkan potensi yang ada secara aman, efektif, dan efisien,” ujar Andre, Kamis (24/9).
Pengeboran Sumur RECO#4 dilaksanakan melalui mekanisme Surat Edaran Percepatan Produksi SKK Migas. Mekanisme tersebut digunakan untuk mempercepat kegiatan pengeboran pada sumur yang dinilai memiliki potensi tambahan produksi.
Pengembangan kembali Lapangan Reco diawali studi subsurface untuk mengevaluasi potensi sejumlah lapangan yang sebelumnya berstatus idle. Dari hasil kajian tersebut, PHR menetapkan RECO#4 sebagai sumur infill berarah (directional well) dengan konfigurasi J-Type yang menargetkan reservoir batupasir Pematang.
Dalam pengeboran tersebut, PHR menerapkan teknologi real-time geosteering untuk mengendalikan lintasan sumur agar tetap berada di zona target reservoir. Teknologi ini memungkinkan tim mengevaluasi kondisi bawah permukaan secara langsung selama pengeboran sehingga lintasan sumur dapat disesuaikan dengan posisi reservoir.
Setelah diproduksikan, minyak dari Sumur RECO#4 dialirkan ke Gathering Station PAGER (PAGER GS). Produksi selanjutnya diproses bersama minyak dari fasilitas yang terintegrasi di wilayah tersebut.
Keberhasilan RECO#4 menjadi bagian dari strategi PHR mempertahankan dan meningkatkan produksi melalui optimalisasi aset yang sudah ada. Pendekatan tersebut mencakup evaluasi kembali potensi lapangan, pengeboran sumur baru, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan ketepatan pengembangan reservoir. Optimalisasi eksplorasi, pengeboran, dan pengembangan lapangan di WK Rokan akan terus dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, keandalan operasi, efisiensi, dan disiplin biaya.
“Tambahan produksi dari Sumur RECO#4 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi minyak nasional sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan energi Indonesia,” ujar Andre.









Tinggalkan Balasan