Warga penerima kompensasi awal tumpahan minyak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Karawang, Petrominer – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHEONWJ) telah menyelesakan pembayaran kompensasi awal kepada warga terdampak tumpahan minyak di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dalam proses pembayaran tersebut, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) ini bekerjasama dengan bekerjasama dengan Himpunan Bank Negara (HIMBARA), yakni BNI, BRI dan Mandiri. Jadwa terakhir pembayaran adalah 27 Pebruari 2020.

“Pembayaran kompensasi awal ini dilakukan PHE ONWJ berdasarkan SK Bupati Karawang dan Bekasi kepada sisa warga terdampak di Kabupaten Karawang dan Bekasi yang belum mendapatkan pembayaran kompensasi awal dengan nilai Rp 1.800.000 untuk perhitungan dua bulan,” ujar Vice President Relations PHE, Ifki Sukarya, Jum’at (28/2).

Ifki menjelaskan, pembayaran kompensasi awal ini dilakukan kepada warga terdampak Kelompok B yang datanya sudah diperbaiki oleh tim Kelompok Kerja (POKJA) Karawang dan Bekasi. Mereka adalah warga terdampak yang sudah masuk SK Bupati namun data identitasnya memerlukan perbaikan sesuai permintaan pihak bank agar dapat dibuatkan buku tabungan dan kartu ATM.

“Total Kelompok B hasil perbaikan data dan verifikasi ulang Pokja Kabupaten Karawang sebanyak 1.999 warga terdampak. Sementara untuk Kabupaten Bekasi sebanyak 447 warga terdampak,” ungkapnya.

Sebelumnya, sebanyak 1.928 warga terdampak telah mendapatkan pembayaran kompensasi awal, dari total 1.999 warga Kabupaten Karawang. Sedangkan Kabupaten Bekasi, realisasi Kelompok B yang sudah mendapatkan pembayaran kompensasi awal sebanyak 415 warga dari 447 warga.

“Sisanya untuk Kabupaten Karawang sebanyak 71 warga terdampak Kelompok belum dapat menerima Kompensasi awal. Hal ini karena pihak bank masih menemukan ketidaksesuaian identitas data warga dengan data Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (DUKCAPIL). Sedangkan untuk Bekasi terdapat 32 warga yang terkendala dengan DUKCAPIL,” ujar Ifki.

Menurutnya, warga terdampak Kelompok B yang hingga hari terakhir pembayaran kompensasi belum dapat dibuatkan buku tabungan akan dilakukan kembali perbaikan data identitasnya dengan DUKCAPIL. Pembayaran kompensasinya akan dilakukan saat pembayaran kompensasi final. Sementara, untuk warga yang belum mengambil buku tabungan, akan diarahkan untuk melakukannya di kantor cabang HIMBARA terdekat.

Saat ini, tegas Ifki, PHE ONWJ sedang menyiapkan pembayaran final bagi warga terdampak tumpahan minyak dari sumur YYA-1 di perairan Karawang. Pembayaran final dilakukan dengan penghitungan yang ditentukan dengan beberapa faktor dan dikurangi dengan dana yang sudah diterima di kompensasi awal.

Dalam penentuan nilai kompensasi final, PHE ONWJ melibatkan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup Institut Pertanian Bogor (PPLH IPB) untuk mengolah data yang terkumpul. Perusahaan juga tetap berkomunikasi dengan asosiasi nelayan, petambak, serta petani garam dan lain-lain untuk mendapatkan masukan lebih lanjut.

“Dalam persiapan pembayaran kompensasi final, PHE ONWJ telah melakukan meeting secara komprehensif dengan masing-masing POKJA Kabupaten/Kota terdampak dan didampingi oleh BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan),” kata Ifki.

Dia berharap pada waktu dekat perhitungan final sudah didapatkan, sehingga PHE ONWJ dapat melakukan pembayaran terakhir seluruh warga terdampak baik di Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Kepulauan Seribu, dan empat kota/kabupaten terdampak di Provinsi Banten.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here