, ,

PGE Tunjuk Direktur Keuangan Baru

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Selasa (21/4). Dalam rapat ini, para pemegang saham menyetujui Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan mengesahkan sejumlah keputusan strategis, termasuk penunjukan Fransetya Hutabarat sebagai Direktur Keuangan baru.

Fransetya membawa pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang keuangan korporat lintas industri, mulai dari farmasi, properti, transportasi, hingga energi. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Director of Finance Sub-Holding Refining & Petrochemical di PT Kilang Pertamina Internasional. Di posisi tersebut, dia berhasil mendorong pencapaian investment grade rating dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings pada 2024 dan 2025. Fransetya juga pernah menjabat sebagai direktur keuangan di sejumlah perusahaan publik terkemuka.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, memberikan apresiasi atas pengabdian yang diberikan Yurizki Rio selama masa jabatannya dalam mendorong kinerja keuangan PGE sesuai dengan roadmap transisi energi.

“Kami memandang bergabungnya Bapak Fransetya Hutabarat sebagai bagian dari Direksi Perseroan merupakan momentum positif untuk mendorong peningkatan kinerja bisnis Perseroan ke depan. Ke depan, PGE akan terus mendorong ekspansi bisnis sekaligus memperkuat kinerja keuangan Perseroan secara berkelanjutan,” kata Ahmad Yani.

Dengan dukungan kepemimpinan baru, PGE optimistis momentum positif ini akan mempercepat pertumbuhan dan mendukung transisi energi bersih Indonesia.

Laba Bersih

Sejalan dengan optimisme tersebut, kinerja operasional sepanjang tahuun 2025 turut menunjukkan capaian yang signifikan. Tahun 2025 menjadi tonggak bersejarah bagi PGE dengan pencatatan produksi tertinggi sepanjang sejarah (all time high), yakni sebesar 5.095,48 gigawatt hour (GWh), naik 5,55 persen dibandingkankan tahun 2024.

Pencapaian ini didorong oleh beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 secara komersial pada Juni 2025, yang menambah kapasitas terpasang PGE sebesar 55 megawatt (MW) menjadi 727 MW.

Tidak hanya dari sisi produksi, PGE juga terus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui berbagai inisiatif strategis. Perusahaan memulai eksplorasi greenfield PLTP Gunung Tiga di Lampung dengan potensi kapasitas 55 MW, menjalin kerja sama dengan PLN IP dengan potensi tambahan kapasitas hingga 530 MW, dan mencetak prestasi dengan empat proyek PGE yang masuk dalam Blue Book Bappenas 2025–2029.

Seiring kinerja operasional yang kuat, PGE juga membukukan performa keuangan yang solid sepanjang 2025. PGE mencatat pendapatan sebesar US$ 432,73 juta dan laba bersih US$ 137,67 juta. EBITDA meningkat 1,94 persen secara tahunan menjadi US$ 330,35 juta dengan margin 76,34 persen, mencerminkan fundamental keuangan yang sehat sekaligus memperkuat posisi Perseroan dalam mendukung ekspansi bisnis ke depan.