Area panasbumi Kamojang di Bandung, Jawa Barat

Jakarta, Petrominer — Untuk keenam kalinya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) area Kamojang meraih peringkat Proper Emas. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia Yusuf Kalla kepada Direktur Utama PGE Irfan Zainuddin di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (7/12).

PGE Area Kamojang merupakan lapangan panasbumi pertama di Indonesia yang secara berkesinambungan mengelola energi panasbumi yang ramah lingkungan dengan total kapasitas terpasang sebesar 235MW. Capaian ini merupakan wujud komitmen PGE dalam menjaga kinerja pengelolaan lingkungan dan masyarakat. Sebelumnya PGE Area Kamojang telah mendapatkan PROPER Emas pada tahun 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2015.

“Capaian ini merupakan yang ke-enam-kalinya diraih oleh PGE Area Kamojang secara berturut-turut,” ujar Corporate Secretary PGE, Tafif Azimudin, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Jum’at (9/12).

Tafif menjelaskan, PGE Area Kamojang sebagai pengembang energi panas bumi yang ramah lingkungan terus mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kehandalan pengelolaan energi panas bumi dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen pengembangan CSR berkelanjutan diwujudkan melalui program dengan tema “Empowering Community with Green Energy”.

“Tema tersebut mendorong berbagai inovasi pengembangan CSR dengan memanfaatkan energi panasbumi untuk membantu proses budidaya jamur, anggrek serta pengeringan kopi,” paparnya.

Mengusung program CSR Desa Wisata Geothermal Kamojang, Bandung, Jawa Barat, kini wilayah tersebut telah menjadi salah satu daerah tujuan wisata utama di Kabupaten Bandung. Keberadaan kawah panasbumi, sumur panasbumi, pusat informasi panasbumi terpadu hingga Pusat Listrik Tenaga Panasbumi yang menjadi satu kesatuan tidak terpisahkan, telah menjadi ciri khas Desa wisata geothermal yang membedakannya dengan destinasi desa wisata lain di Nusantara. Selain bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Bandung, PGE juga bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dalam pengembangan desa wisata ini.

Menurut Tafif, pelestarian keanekaragaman hayati juga dikedepankan melalui pengembangan Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) bekerjasama dengan Balai Besar KSDA Jawa Barat dan Raptor Indonesia.

Saat ini, PKEK telah berhasil melakukan proses konservasi satwa terhadap 65 ekor elang. Melalui PKEK, PGE tercatat berhasil melepasliarkan 15 ekor elang ke alam bebas untuk menjaga populasi elang di alam liar khususnya di Pulau Jawa. Dari 65 ekor elang, 22 ekor merupakan serahan dari warga sekitar, artinya PGE berhasil mendorong kesadaran warga sekitar untuk melestarikan satwa yang dilindungi. Selain itu juga muncul kelompok masyarakat penyedia pakan elang yang memperoleh tambahan penghasilan sebagai bentuk multiplier effect dari program ini.

“Di PKEK juga telah dikembangkan teknologi mikro hidro sebagai sumber energi listrik memanfaatkan aliran air sungai menuju pusat konservasi satwa yang mandiri energi,” ujar Tafif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here