Jakarta, Petrominer – Petronas North Ketapang Sdn. Bhd. berhasil menemukan cadangan hidrokarbon pertamanya di sumur eksplorasi Barokah‑1 yang berada di Wilayah Kerja North Ketapang, lepas pantai Jawa Timur. Penemuan ini semakin memperkuat kehadiran jangka panjang Petronas di Jawa Timur.
Vice President of Exploration Petronas, Ahmad Faisal Bakar, menyatakan penemuan di sumur Barokah‑1 ini menegaskan potensi eksplorasi yang menjanjikan di Jawa Timur, khususnya di empat aset yang dioperasikan Petronas di wilayah utara Pulau Madura.
“Hasil ini tentunya memperdalam pemahaman kami terhadap prospektivitas cekungan serta memperkuat komitmen Petronas dalam mendorong pertumbuhan yang terarah dan mematangkan peluang yang dapat berkontribusi bagi lanskap energi yang berkelanjutan di Jawa Timur,” ujar Ahmad Faisal dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Kamis (12/3).
Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini mulai melakukan pengeboran sumur eksplorasi Barokah-1 pada 30 November 2025. Kegiatan pengeboran dilakukan hingga mencapai kedalaman sekitar 3.315,3 m TVDSS (metres true vertical depth subsea). Studi lanjutan akan dilakukan untuk mengukur secara menyeluruh potensi penemuan trsebut.
Petronas merupakan operator dari Wilayah Kerja North Ketapang dengan partisipasi interes sebesar 51 persen. Para mitranya di blok migas tersebut adalah Earthon North Ketapang Pte. Ltd. dengan 34 persen partisipasi interes, dan PT Pertamina Hulu Energi North Ketapang yang memiliki 15 persen partisipasi interes.
Pencapaian ini juga melengkapi momentum pengembangan lapangan Hidayah yang tengah berjalan di Wilayah Kerja North Madura II, yang telah mencapai Keputusan Investasi Akhir pada Oktober 2024, setelah penemuan minyak pada 2021.
Presiden Direktur Petronas North Ketapang Sdn. Bhd., Yuzaini Md Yusof, menyampaikan apresiasinya atas dukungan para pemangku kepentingan selama kegiatan eksplorasi berlangsung.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia dan para mitra atas kolaborasi yang telah memungkinkan keberhasilan program pengeboran ini, sejalan dengan upaya kami mendorong pertumbuhan hulu migas yang bertanggung jawab untuk mendukung sektor energi Indonesia,” ungkap Yuzaini.
Hal senada disampaikan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto. SKK Migas menyambut positif capaian ini dan akan terus mendukung langkah Petronas dalam tahap evaluasi berikutnya agar potensi ini dapat segera diproduksikan untuk meningkatkan lifting migas dan mendukung tercapainya ketahanan energi nasional.
“Penemuan hidrokarbon di Barokah‑1 menjadi kabar yang menggembirakan bagi industri hulu migas dan menjadi bukti penting bahwa potensi migas di wilayah Jawa Timur masih sangat menjanjikan,” ujar Djoko.









Tinggalkan Balasan