Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan menandatangani sekaligus meluncurkan Peta Jabatan bidang Ketenagalistrikan 2018, Senin (29/10).

Jakarta, Petrominer – Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), telah meluncurkan Peta Jabatan Bidang Ketenagalistrikan. Ini diharapkan mampu menjadi penghubung antara ketersediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten (supply) dengan kebutuhan SDM yang bekerja pada pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan (demand).

“Perkembangan teknologi dan penerapan digitalisasi di sektor ketenagalistrikan telah menimbulkan jenis-jenis pekerjaan baru di bidang ketenagalistrikan. Peta Jabatan ini diharapkan dapat mengakomodasi jenis pekerjaan baru yang mengikuti perkembangan teknologi yang sangat dinamis tersebut,” ujar Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy N Sommeng, ketika meluncurkan Peta Jabatan Ketenagalistrikan di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Senin (29/10).

Andy memaparkan bahwa perkembangan teknologi yang sangat cepat telah mengubah sistem ketenagalistrikan model tradisional yang dikenal saat ini (pembangkit, transmisi dan distribusi) menjadi “grid beyond meter“. Sistem kelistrikan ini muncul dikarenakan adanya tiga trend, yaitu Electrification, Decentralization dan Digitalization.

“Ketiga trend Grid Edge tersebut mendorong revolusi Listrik 4.0. Pemerintah memegang prinsip Energy Trilemma sebagai Kebijakan Pengelolaan dan Pemanfaatan Tenaga Listrik”, paparnya.

Pengelolaan dan pemanfaatan energi termasuk energi listrik harus dilakukan secara seimbang pada tiga aspek, yaitu Energy Security, Energy Equity, dan Energy Sustainability. Upaya-upaya untuk mencapai ketiga aspek tersebut tentu saja tidak terlepas dari kebutuhan tenaga teknik yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan pekerjaan sesuai bidangnya. Nama jabatan yang diisi oleh tenaga teknik yang kompeten tersebut disusun dalam Peta Jabatan Bidang Ketenagalistrikan.

Peta Jabatan Bidang Ketenagalistrikan ini diharapkan menjadi acuan dalam:

  1. Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Standar Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (RIP-SKTTK)
  2. Pengembangan program pendidikan vokasi/keterampilan atau program pelatihan
  3. Pengembangan skema sertifikasi kompetensi
  4. Pertimbangan kebijakan penyusunan negatif-list jabatan bagi tenaga kerja asing.

Acara Peluncuran Peta Jabatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Ketenagakerjaan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Kamar Dagang Indonesia (KADIN), serta pemangku jabatan lainnya di subsektor ketenagalistrikan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here