Cilegon, Petrominer – PT Elnusa Tbk. bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pindad meluncurkan alat inspeksi pipa berbasis ultrasonik, yang diberi nama Pertastream. Acara peluncuran berlangsung di fasilitas PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi (EFK) Merak, Banten, dalam rangkaian pameran teknologi inovasi karya anak bangsa, Selasa (19/8).
Direktur Utama Elnusa, Bachtiar Soeria Atmadja, mengatakan alat inspeksi pipa berbasis ultrasonik pertama ini sepenuhnya dikembangkan di Indonesia. Melalui peluncuran ini, Elnusa mempertegas perannya sebagai penyedia jasa energi terintegrasi yang tidak hanya memberi solusi total, tetapi juga menghadirkan nilai tambah lewat penguasaan teknologi karya anak bangsa.
“Pertastream bukan hanya solusi teknis, tetapi simbol kemandirian kolaborasi dalam membangun masa depan energi Indonesia yang berkelanjutan. Hal ini juga menandai peluncuran resmi In-Line Inspection (ILI) Tool pertama yang sepenuhnya dikembangkan di Indonesia,” kata Bachtiar.
Pertastream merupakan In-Line Inspection Intelligence Pigging Ultrasonic (ILI UT) yang dirancang untuk memeriksa kondisi internal pipa migas secara presisi, mendeteksi korosi, retakan, deformasi, serta memetakan ketebalan pipa. Dengan tingkat akurasi hingga 90 persen pada kecepatan 0,1–1 meter per detik, teknologi ini mampu mengenali retakan kompleks seperti stress corrosion cracking (SCC), sekaligus mengolah data dalam jumlah besar dengan kualitas sinyal optimal.
Indonesia saat ini memiliki jaringan pipa migas dengan total panjang lebih dari 21.000 kilometer. Melalui inovasi Pertastream, potensi revenue dari kegiatan inspeksi dan pemeliharaan jaringan pipa dapat dioptimalkan, sekaligus mendukung keberlangsungan operasi migas nasional dengan biaya yang lebih efisien dan kompetitif.
“Keunggulan lain, teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas mulai dari sektor hulu, midstream, hingga hilir, sehingga memberi manfaat nyata bagi seluruh rantai bisnis migas,” jelasnya.
Dibandingkan metode konvensional Magnetic Flux Leakage (MFL), Pertastream hadir lebih ringan, efisien, serta kompatibel dengan proses inspeksi maupun mechanical de-coking. Inovasi ini memperkuat kemandirian industri migas nasional sekaligus mendukung program Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
Pengembangan Pertastream merupakan sinergi strategis antar BUMN. Elnusa melalui EFK menangani desain, fabrikasi, dan pengujian prototipe; Pertamina mendukung riset dan integrasi teknologi; sementara Pindad berkontribusi dalam produksi komponen mekanis berpresisi tinggi. Ke depan, diharapkan produk ini dapat dimanfaatkan secara luas dalam sinergi Pertamina Group, sehingga memberikan nilai tambah maksimal bagi perusahaan dan negara.








Tinggalkan Balasan