Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) menyatakan siap mengelola Blok Maratua di Kalimantan Utara. Hal ini disampaikan menyusul keputusan Pemerintah yang menyerahkan pengelolaan Blok Maratua kepada Pertamina dalam Lelang Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Konvensional Tahap III Tahun 2018 melalui mekanisme penawaran langsung.
Bagi Pertamina, blok minyak dan gas bumi (migas) ini memiliki potensi strategis terutama untuk pengembangan eksplorasi di Kalimantan Utara. Pengelolaan blok eksplorasi ini mendukung komitmen Pertamina dalam kegiatan eksplorasi di Indonesia, di mana dalam tahun 2018 ini sangat aktif menambah wilayah eksplorasi, melakukan joint study serta melakukan kegiatan pemboran sumur eksplorasi.
Lihat juga: Pemenang Lelang Blok Migas Tahap III Tahun 201
Menurut Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu, Blok Maratua memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Blok migas ini akan dikelola dengan skema gross split dan Pertamina telah menyiapkan investasi total sebesar US$ 7,75 juta yang terdiri dari Komitmen Kerja Pasti dan Signature Bonus.
Dharmawan menegaskan bahwa dalam Komitmen Kerja Pasti Pertamina akan melakukan studi geologi & geofisika (G&G) dan Seismik 2D/3D sejauh 500 km2 di wilayah tersebut. Melalui kegiatan seismik dan studi G&G tersebut, diharapkan dapat memperkuat upaya pembuktian cadangan di Blok Maratua dan Pertamina dapat memperoleh potensi cadangan yang lebih besar dari sebelumnya.
Blok Maratua adalah wilayah kerja migas seluas 7.835,07 kilometer persegi yang terletak di Cekungan Tarakan, yang memiliki kumulatif produksi potensial. Di sekitar wilayah tersebut, Pertamina juga memiliki empat wilayah kerja aktif, yaitu Pertamina EP Aset 5 di Bunyu, PHE Nunukan, JOB Pertamina-Medco EP Simenggaris, dan PHE East Ambalat.
“Blok Maratua akan berpotensi menambah cadangan dan produksi serta memperkuat eksistensi Pertamina di Kalimantan Utara,” tegasnya dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Jum’at (2/12).








Tinggalkan Balasan