SVP Human Capital Management Pertamina, Lelin Eprianto, memberikan penjelasan kepada Menteri BUMN Erick Thohir, Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama, Direktur Utama Nicke Widyawati saat mengunjungi ruang Pertamina Intergrated Command Center (PICC) di Graha Pertamina. Jumat (10/9).

Jakarta, Petrominer – Pasca restrukturisasi, komitmen PT Pertamina (Persero) menjadi global energy champion terus dibuktikan dengan berbagai inovasi. Salah satunya dengan menghadirkan Pertamina Integrated Command Center (PICC).

PICC merupakan pusat big data Pertamina yang memiliki empat fungsi. Pertama, sebagai integrator dan koordinator atas aktivitas memonitor operasional, baik yang bersifat core, critical maupun supporting process. Kedua, menjadi single source of truth yang diperlukan baik di lingkungan internal Pertamina Group dengan data terintegrasi.

Ketiga, berfungsi melakukan analisa data menjadi infomasi, mendeteksi data, anomali, menguji kehandalan data serta menyusun executive summary dan rekomendasi yang diperlukan dalam proses pengambilan keputusan. Dan keempat, menjadi sistem yang memilki otoritas untuk menindaklanjuti keadaan anomali yang ditemukan sekaligus memberikan rekomendasi bagi top manajement Pertamina Group.

PICC terletak di lantai 21 Graha Pertamina, Jakarta. Usai acara peresmian Subholding Pertamina, Menteri BUMN, Erick Thohir, didampingi Wakil Menteri BUMN 1, Pahala N Mansury, Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama, dan Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, meninjau fasilitas tersebut, Jum’at (10/9).

Menurut Nicke, kehadiran PICC menjadi salah satu inovasi Pertamina untuk menjadi global energy champion.

Inovasi teknologi berbasis digital ini menyajikan data secara realtime untuk mendukung peran strategis Pertamina sebagai integrator seluruh lini bisnis dari aspek operasional dan komersial.

“Dengan adanya fasilitas ini, Pertamina bisa menerapkan satu strategi secara menyeluruh demi memberikan efisiensi sekaligus mengurangi kemungkinan adanya penyalahgunaan wewenang, sehingga akuntabilitas Pertamina Group tetap terjaga,” jelasnya.

Sementara Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa Ahok meminta seluruh manajemen holding dan subholding mulai belajar membuat keputusan dari data yang ada di layar besar Command Center. Fasilitas itu disebutnya seperti ruang perang, di mana seluruh jenderal bisa menganalisis data untuk mengambil langkah kebijakan ke depan.

“Ini terobosan yang sangat bagus dan harus terus dikembangkan untuk tujuan efisiensi. Kita bisa memanfaatkan semua data untuk membuat kebijakan yang tepat. Dewan komisaris akan sering datang untuk bertukar pikiran dan melihat perkembangannya,” tegas Ahok.

Dashboard Kinerja

Sementara itu, SVP Human Capital Management yang sekaligus Tim Leader PICC, Lelin Eprianto, menjelaskan bahwa PICC dikelola oleh Perwira (pekerja) Pertamina, dengan display utama yang terdiri dari 84 layar 55 Inch untuk memantau dashboard kinerja seluruh subholding, mulai dari Upstream, Gas, Refinery & Petrochemical, Integrated Marine Logistics dan Commercial & Trading dalam mendukung ketahanan energi di Indonesia. Ke depan, juga akan dilengkapi dengan dashboard kinerja Pertamina Power New & Renewable Energy.

Dashboard hulu bertujuan untuk memastikan Operational Excellence dan kelancaran supply chain oil & gas Pertamina, melalui serangkaian aktivitas serta hasil dari operasional pada seluruh aset Subholding Upstream, baik yang berlokasi di Indonesia maupun di luar negeri.

Dashboard gas untuk melakukan monitoring, evaluasi dan optimalisasi kegiatan penerimaan, penjualan dan transportasi gas di Indonesia, termasuk yang melalui pipa Subholding Gas sepanjang 24 ribu kilometer dan terpanjang di Asia Tenggara.

Dashboard kilang memantau kelancaran supply chain oil & gas Pertamina melalui, serangkaian aktivitas operasional serta hasil produksi tujuh aset kilang Subholding Refining and Petrochemical.

Dashboard Integrated Marine Logistics memonitor pergerakan seluruh kapal yang dipergunakan Pertamina untuk mengangkut minyak mentah maupun seluruh produk-produk Pertamina.

Dashboard Commercial & Trading menyajikan informasi ketersediaan stok BBM sampai level terminal, depot serta SPBU, termasuk proses penjualan dan pelayanan kepada customer. Dengan demikian, apabila terdapat potensi kekurangan BBM di aset Pertamina dapat cepat tertangani, termasuk mendeteksi transaksi anomali atas produk subsidi di SPBU. Dashboard juga dilengkapi dengan informasi MyPertamina yang fokus pada monitoring pelayanan pembayaran secara digital di SPBU serta informasi dari Pertamina Contact Center 135 yang merupakan layanan Call Center terintegrasi dengan layanan interaksi operasional 135 melalui telepon,video call, media sosial dan Pertamina Delivery Service.

PICC juga memiliki Smart Meeting Room untuk video conference, Interactive TV, Interactive Voice Command dan Smart Glass yang dapat digunakan oleh top manajemen holding dan subholding untuk memutuskan kebijakan strategis perusahaan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here