Dumai, Petrominer – PT Pertamina (Persero) menggelar sejumlah pelatihan kepada masyarakat Kelurahan Bukit Datuk, Dumai, untuk memaksimalkan potensi alam yang ada di wilayah sekitar Kilang Pertamina Dumai, Riau.

Pertamina Refinery Unit II Dumai melihat potensi ini belum dikelola secara optimal serta masih banyak potensi di daerah tersebut yang belum dikembangkan. Dengan menggandeng Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta, RU II Dumai menggelar sejumlah pelatihan kepada masyarakat Kelurahan Bukit Datuk, antara lain pelatihan budidaya ikan air tawar, budidaya tanaman hortikultura, dan pengelolaan sampah.

Hasilnya, sebut saja Kelompok Tani Bukit Mekar yang telah memanfaatkan lahan kosong Pertamina sebagai lahan pertanian mereka. Salah satu komoditas yang mereka tanam adalah cabai. Apalagi saat harga cabai melambung beberapa waktu lalu, keuntungan yang cukup besar pun sukses diraup.

Tidak hanya di sekitar kilang, berdasarkan survey yang dilakukan, di wilayah Kelurahan Bukit Datuk ini terdapat sumber-sumber air yang belum terkelola dan lahan tidak terpakai yang berpotensi tinggi untuk dimanfaatkan sebagai usaha budidaya ikan air tawar, salah satunya lele.

“Di manapun berada, Pertamina berupaya untuk bermitra secara baik dengan masyarakat sekitar, salah satunya melalui program CSR. Kami melihat di Kelurahan Bukit Datuk ini memiliki potensi yang besar untuk menjadi mandiri secara ekonomi, khususnya dari sektor pertanian,” ungkap Pjs. Head of Communication Pertamina RU II Dumai, Rika Gresia, Rabu (6/9).

Menurut Rika, program CSR Pertamina RU II Dumai tidak berhenti pada pemberian pelatihan saja, tapi juga bantuan modal usaha antara lain berupa 10.000 benih lele, bibit semangka, pembuatan kolam ikan, dan alat pembuat pakan ikan.

“Program CSR di Kelurahan Bukit Datuk direncanakan akan didampingi sampai 5 tahun ke depan,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here