
Pulau Nipa, Petrominer – PT Pertamina Patra Niaga kembali menyalurkan bahan bakar bagi ocean going vessels. Ini melanjutkan komitmen layanan bunkering kelas dunia dari Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) ini
Jika sebelumnya penyaluran dilakukan di perairan Selat Sunda (Banten), penyaluran bunker kali ini dilakukan langsung di jalur pelayaran internasional Selat Malaka yakni di Pulau Nipa, Batam. Lokasi ini berbatasan langsung dengan Singapura, salah satu pelabuhan tersibuk di dunia.
“Penyaluran Bunker di Pulau Nipa menandakan babak baru kesiapan Pertamina Patra Niaga dalam melayani kapal asing yang melintasi Selat Malaka,” ujar Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, Kamis (10/3).
Menurut Riva, Selat Malaka setidaknya dilalui 120.000 kapal per tahun yang mayoritas melakukan bunkering di Singapura. Hadirnya layanan bunkering Pertamina Patra Niaga di Pulau Nipa akan dapat menjadi alternatif bunker hub bagi kapal-kapal tersebut selain Singapore port.
Dia menyebutkan bahwa ini merupakan langkah konkret Pertamina dalam meningkatkan komitmen layanan bahan bakar bagi kapal internasional dan dukungan kepada Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) yang ingin memaksimalkan potensi di alur maritim strategis Indonesia.
Bunker perdana bagi ocean going vessels di Selat Malaka ini disalurkan kepada kapal kargo berbendera Iran, MV Shahraz, pada Sabtu (5/3) lalu. Total bahan bakar yang diisikan sebanyak 289.000 liter.
“First bunkering di Selat Malaka ini bukti bahwa pelabuhan-pelabuhan strategis harus terus dikembangkan dan dilengkapi berbagai layanan pendukung untuk memenuhi kebutuhan pelayaran dan bisnis maritim di Indonesia, sehingga kapal yang lewat dan singgah dengan mudah dapat memenuhi BBM kapalnya,” ungkap Riva.
Dia juga menyatakan yakin bahwa inisiatif ini dapat meningkatkan pendapatan negara serta kesejahteraan masyarakat. Dan yang terpenting, ini menjadi bukti bahwa Pertamina siap dan mampu untuk memberikan layanan jasa bunkering di wilayah perairan strategis Indonesia.

























