Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) kembali melatih 180 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah agar sukses dalam berbisnis. Kali ini, mereka diajari cara berbisnis di media sosial, terutama Instagram.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menjelaskan bahwa pelatihan yang dilakukan secara online itu diinisiasi oleh Pertamina dan Tim Rumah Kreatif BUMN (RKB) Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Tema yang diangkat adalah “Laris Manis Jualan via Instagram” dan digelar pekan lalu.

“Sebagai BUMN, Pertamina terus berkomitmen untuk membina dan mengembangkan UMKM sebagai sokoguru perekonomian bangsa agar terus adaptif dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Pertamina pun terus meningkatkan kapasitas mitra binaan Pertamina agar bisa bangkit pasca Covid-19,” ujar Fajriyah, Jum’at (26/6).

Pelatihan ini diisi oleh Frengklin Matatula, seorang pakar IT Development, Website, & Aplikasi Mobile. Para peserta antara lain dilatih teknik penyampaian pesan kepada followers Instagram seperti pengaturan konten, visualisasi, size dan ratio foto di feed maupun story.

Frengklin menjelaskan, konten yang disajikan haruslah memberikan visual menarik dan penjelasan yang detail dimana nantinya konten tersebut harus diupload secara rutin minimal 1-2 konten sehari, lalu diberikan hashtag yang relevan dengan produk yang dipromosikan.

Menurutnya, selain isi dari kontennya, size dan ratio foto juga perlu diperhatikan. Size dan ratio yang ideal untuk membuat feed adalah 4:5 sedangkan untuk story adalah 9:16.

Para pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan aplikasi-aplikasi yang ada di App Store atau Play Store seperti SCRL, Storylab, Hype Type, dan Unfold, untuk membantu mempercantik foto yang akan diupload.

Tidak hanya itu, para pelaku UMKM dapat mencari referensi konten yang menarik dari mana saja, salah satunya melalui fitur explore di Instagram yang dapat diedit untuk menyeleksi konten mana yang disukai. Selain mampu menyediakan berbagai referensi konten, fitur explore ini juga dapat memperluas kesempatan kolaborasi dengan content creator, serta mengetahui tren yang saat ini sedang hits di media sosial.

Saat ini, media sosial berperan penting dalam penjualan produk UMKM. Namun untuk optimalnya penjualan produk, disamping konten yang bagus dan menarik, jumlah “followers” juga sangat menentukan jumlah penjualan produk di Instagram. Jumlah followers yang dimaksud tentunya harus followers yang organik atau followers dengan akun yang real.

“Hindari membeli followers fiktif untuk menunjukkan seolah-olah pengikutnya sudah banyak,” ujar Frengklin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here