Kepala Biro Hukum Kementerian ESDM, Hufron Asrofi, menyerahkan penghargaan Patra Nirbhaya Karya tentang Keselamatan Kerja Migas.

Jakarta, Petrominer – Kinerja operasi PT Pertamina EP yang mengedepankan aspek safety memperoleh mendapat apresiasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Penghargaan Patra Nirbhaya Karya tentang Keselamatan Kerja Migas diberikan untuk Pertamina EP Asset 4 dan Asset 3.

Penyerahan penghargaan tersebut digelar dalam acara malam Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Kerja Migas, Selasa (26/11). Selain Pertamina EP, ada 78 pemenang lainnya dari 69 badan usaha hulu dan hilir migas.

“Pengelolaan aset operasi yang optimal, efektif dan efisien sangat penting untuk keberlanjutan kegiatan hulu Pertamina. Ini dilakukan untuk memperoleh kepercayaan dari stakeholders dan dukungan masyarakat sekitar daerah operasi,” ujar Direktur Operasi Pertamina EP, Chalid Said Salim, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Rabu (27/11).

Menurut Chalid, penerapan komitmen keselamatan kegiatan operasional Pertamina EP selalu mengacu pada kaidah-kaidah keteknikan yang baik dan keselamatan operasi migas yang mencakup keselamatan pekerja, masyarakat umum, instalasi dan lingkungan.

Sementara itu, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Adhi Wibowo, dalam laporannya menyatakan bahwa pemberian Penganugerahan Penghargaan Keselamatan Migas dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.35 Tahun 2004, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.36 Tahun 2004 dan Peraturan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 516 K/38/M.PE/89.

“Pemberian Penghargaan Keselamatan Kerja Migas adalah dalam rangka pembinaan dan dimaksudkan untuk memberikan apresiasi terhadap keberhasilan suatu perusahaan dalam menjamin kelangsungan keselamatan kerja di kegiatan usaha minyak dan gas bumi,” jelas Adhi.

Penghargaan Bidang Keselamatan Migas Patra Nirbhaya Karya diberikan kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan jenis usaha eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pengangkutan, penyimpanan dan niaga dengan tingkatan Utama, Madya dan Pratama yang berprestasi tanpa kehilangan jam kerja sebagai akibat kecelakaan dalam periode waktu tertentu serta memenuhi kriteria lainnya yang telah ditetapkan oleh Tim Penilai.

Sementara penghargaan dengan kategori Patra Karya adalah penghargaan tertinggi dari Keselamatan Migas yang diberikan kepada KKKS dan Badan Usaha Pemegang Izin Usaha Hilir dengan manajemen keselamatan migas yang memiliki nilai baik, dengan menggunakan dasar penilaian meliputi leading indicator (dengan bobot 60 persen) dan lagging indicator (dengan bobot 40 persen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here