Bekasi, Petrominer – Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan wilayah pesisir yang cukup luas dan memiliki potensi hutan mangrove yang cukup besar. Namun belum adanya bentuk pengelolaan kawasan hutan mangrove yang jelas menjadikan mangrove sebagai salah satu ekosistem pesisir mengalami kerusakan dari waktu ke waktu.

Kawasan hutan mangrove Muara Gembong merupakan salah satu ekosistem mangrove di pesisir utara Teluk Jakarta yang mengalami kerusakan. Kerusakan yang parah di wilayah tersebut telah mengakibatkan abrasi yang berdampak pada tiga desa, salah satunya Desa Pantai Mekar.

Hal inilah yang mendorong PT Pertamina EP, melalui Asset 3 Tambun Field, melakukan Program Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Program CSR ini sudah berlangsung sejak 2016 dan hal yang dilakukan adalah penanaman, pembangunan tracking, pelatihan pengolahan mangrove, sosialisasi cinta lingkungan dan bersih pesisir.

Bersamaan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia pada 28 November 2018, Pertamina EP Asset 3 Tambun Field bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat beserta instansi lain mengadakan Acara Menanam Pohon di Desa Pantai Mekar.

Setelah kegiatan dilaksanakan, rombongan Pertamina EP Asset 3 Tambun Field dan Pemerintahan Daerah langsung menuju Kawasan Ekowisata Mangrove untuk melakukan Peresmian Ekowisata Mangrove Pantai Mekar, Muara Gembong.

Nilai ekowisata yang akan dijual adalah tracking ekowisata mangrove sepanjang 200 meter dan keindahan hutan mangrove dengan panorama sunset.

Dengan adanya ekowisata mangrove harapannya dapat memberikan dampak positif terutama dampak ekonomi bagi masyarakat Desa Pantai Mekar karena menambah pendapatan masyarakat desa sekitar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here