Jakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) akan mendapat pasokan gas alam cair (Liquid Natural Gas/LNG) dari sebuah perusahaan terkemuka di Australia. Kesepakatan pembelian LNG itu dicapai dalam ajang pertemuan 18th International Conference & Exhibition on Liquefied Natural Gas (LNG 18) di Western Australia.
Berdasarkan kesepakatan itu, Pertamina akan mendapat pasokan LNG sampai 1 juta metrik ton per tahun. Pasokan itu akan berlangsung selama 15-20 tahun.
Pertamina turut berpartisipasi dan membuka booth dalam event internasional LNG itu yang digelar di Perth Convention and Exhibition Center, Western Australia, 11-15 April 2016. Pertamina termasuk satu di antara 250 perusahaan LNG kelas dunia dari 60 negara. Di antaranya Petronas, Exxon Mobil, Total gas and Power, Atlas Copco Gas and Process, Inpex, dan masih banyak lagi.
Perhelatan tersebut merupakan acara tiga tahunan, yang tidak kalah bergengsi seperti World Gas Congress (WBC). Selain pameran, ajang tersebut juga diisi dengan konferensi yang dihadiri berbagai pembicara dari berbagai industri terkemuka di dunia.
Di sela-sela acara tersebut, Pertamina bertemu dan menjalin pembicaraan serius dengan Woodside Petroleum Ltd. Dalam kesempatan tersebut, disepakati bahwa perusahaan minyak dan gas terkemuka dari Australia tersebut akan memasok LNG kepada Pertamina.
Menurut Chief Executive Woodside Petroleum Ltd, Peter Coleman, kesepakatan itu akan memperluas jaringan bisnis Woodside. Berdasarkan perjanjian itu, Woodside akan menyediakan sekitar 500.000 sampai 1 juta metrik ton LNG per tahun, selama 15-20 tahun.
Perluas Jaringan Bisnis
Pelaksanaan LNG 18 memiliki arti penting. Pasalnya, seiring turunnya harga minyak, bisnis LNG dan gas memasuki periode yang penuh tantangan. Selain bertukar pengalaman, para pelaku bisnis LNG di seluruh dunia tersebut juga membahas langkah-langkah optimisasi yang dapat dilakukan ke depan. Selain itu, mereka juga membahas bersama peluang bisnis yang ada, serta memproyeksikan trend ke depan bagi neraca energi dunia.
“Konferensi dan pameran ini memberikan banyak peluang bagi para peserta untuk memaksimalkan bisnis merekda dan juga untuk memperkuat jejaring,” demikian dikutip dari situs resmi panitia penyelenggara LNG 18.
Dalam ajang tersebut, Pertamina menempati booth seluas 10×6 m2. Menariknya, Pertamina mengusung konsep nilai-nilai asli tradisional budaya Jawa Indonesia. Tak heran, nuansa batik sangat kental dalam booth Pertamina.
Kepala BPH Migas Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, LNG 18 memiliki arti penting bagi Pertamina. Sebab, selain sangat terorganisasi, ajang tgersebut juga didukung kesiapan panitia yang sangat baik. Hal ini bisa dilihat, dari jumlah sponsor dan peserta yang cukup banyak dan selalu meningkat setiap tahun.
“Saya berharap Pertamina dan Pertagas selalu hadir dalam ajang-ajang internasional seperti ini,” ujar Andy yang dihubungi, Senin malam (18/4).
Menurutnya, acara ini penting untuk memperluas konektivitas bisnis dan jaringan di bidang LNG. Dengan demikian, Pertamina dan Pertagas selalu update perkembangan teknologi, market, new business model LNG, dan dapat membuka peluang bisnis LNG dengan perusahaan-perusahaan lain.
Sebagai Perusahaan BUMN nomor satu di Indonesia, Pertamina memang harus hadir dan berpartisipasi aktif dalam setiap event international dan regional. Bahkan pada tahun 1983, Pertamina menyelenggarakan LNG 7 di Jakarta.
“Pada saat itu, saya dan teman teman Teknik Gas UI ikut membantu Pertamina dalam penyelenggaraan acara tersebut,” kata Andy.








Tinggalkan Balasan