Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) melalui Regional Jawa Bagian Barat mencatat peningkatan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Perta Series (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Kenaikan ini terjadi setelah Program Langit Biru (PLB) berjalan sejak 12 November 2020.

Unit Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, mengatakan pihaknya mencatat peningkatan konsumsi BBM dengan angka oktan tinggi di wilayah Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. Ini menunjukkan kepedulian masyarakat akan hadirnya kualitas udara yang lebih bersih.

“Hal ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat di Jakarta yang sudah mulai tergerak untuk menerapkan penggunaan energi yang lebih bersih, guna meningkatkan kualitas udara dan lingkungan,” ujar Eko, Minggu (24/1).

Di wilayah Jakarta Selatan, konsumsi Pertalite (RON 90) meningkat sekitar 39 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu lebih dari 190.000 Liter. Konsumsi Pertamax (RON 92) naik 2 persen yaitu hampir 5.000 Liter. Begitu pula konsumsi Pertamax Turbo (RON 98), naik 2 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu lebih dari 1.000 Liter.

Di wilayah Jakarta Barat, konsumsi Pertalite meningkat sekitar 38 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu hampir 186.000 Liter. Pertamax naik 1 persen dibandingkan rata-rata konsumsi normal harian yaitu lebih dari 2.000 Liter. Begitupun di Jakarta Timur, konsumsi BBM Perta Series meningkat sekitar 34 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yaitu lebih dari 72.000 Liter.

Selain peningkatan konsumsi Perta Series, Pertamina juga mencatat tren penurunan konsumsi harian BBM jenis Premium (RON 88) yang signifikan. Hal ini dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal Premium pada periode sebelum dimulainya PLB.

Konsumsi Premium di Jakarta Selatan turun hingga 82 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yakni sekitar 235.000 Liter. Di Jakarta Barat, konsumsi Premium turun hampir 70 persen dibandingkan rata-rata konsumsi harian normal yakni lebih dari 170.000 Liter. Sementara di Jakarta Timur, konsumsi Premium turun hingga 76 persen atau sekitar 370.000 Liter.

“Apresiasi bagi masyarakat yang sudah beralih ke BBM yang lebih ramah lingkungan. Semoga kualitas lingkungan, khususnya udara di wilayah Jakarta sebagai ibu kota negara, semakin bersih seiring dengan peningkatan penggunaan BBM yang berkualitas dan rendah emisi,” ujar Eko.

Sebagai wujud apresiasi Pertamina terhadap upaya dan animo masyarakat yang setia menggunakan BBM dengan angka oktan tinggi yang lebih ramah lingkungan, Pertamina terus menggerakkan program Pertalite Harga Khusus di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur.

“Sebagai bagian dari rangkaian Program Langit Biru untuk menciptakan lingkungan sehat, Pertamina melanjutkan Program Pertalite Harga Khusus, sehingga konsumen dapat merasakan performa Pertalite dengan harga Rp 6.850 per liter, lebih rendah Rp 800 dari harga normal,” ungkapnya.

Program Langit Biru sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan, memperoleh dukungan dari masyarakat di Jakarta. Dengan semakin bertambahnya kesadaran dan kepedulian masyarakat akan penggunaan energi BBM bersih yang rendah emisi, diharapkan pelestarian lingkungan dapat sejalan dengan kembali pulihnya aktivitas kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Jakarta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here